TUTUP
TUTUP
BISNIS

PLN Bangun Lagi 13 Pembangkit Listrik di Papua

Saat ini enam pembangkit telah dioperasikan.
PLN Bangun Lagi 13 Pembangkit Listrik di Papua
Ilustrasi/Petugas sedang memantau aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun enam pembangkit listrik  di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, dua di antaranya pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Total nilai proyek mencapai Rp989 miliar.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Rabu 19 Oktober 2016, keenamnya antara lain, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Orya Genyem 2 x 10 MW, pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH) Prafi 2 x 1, 25 MW, saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Genyem – Waena – Jayapura sepanjang 174,6 kilo meter sirkit. 

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kilo Volt Holtekamp - Jayapura sepanjang 43,4 kilo meter sirkit, gardu induk  Waena – Sentani 20 Mega Volt Ampere dan gardu induk Jayapura 20 Mega Volt Ampere

"Dengan beroperasinya keenam infrastruktur kelistrikan ini, PLN mampu melakukan penghematan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp161 miliar per tahun. Selain itu keandalan listrik di Papua dan Papua Barat semakin baik karena ditopang dengan sistem transmisi 70 kV dan Gardu Induk 20 MVA," tutur Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

Peresmian keenam infrastruktur kelistrikan Papua dan Papua Barat dilakukan di GI Waena,Kampung Harapan, Sentani telah dilakukan Presiden Joko Widodo. 

Sofyan menambahkan, keberhasilan pengoperasian enam infrastruktur kelistrikan ini penting untuk sistem Papua dan Papua Barat, mengingat kebutuhan akan listrik yang terus meningkat di kedua provinsi tersebut. Khusus untuk SUTT 70 kV yang terbentang dari Orya Genyem hingga Jayapura terdiri dari 323 tower. 

Keberadaan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan di Papua dan Papua Barat merupakan bukti komitmen PLN mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan sebagai sumber tenaga listrik hingga 23 persen pada 2025.

“Kami harap dengan adanya enam infrastruktur kelistrikan baru di Papua dan Papua Barat ini bisa menambah keandalan sistem kelistrikan di Papua. Saat ini juga tengah dibangun pembangkit baru berkapasitas total 253 MW yang tersebar di 13 titik di Papua dan Papua Barat, transmisi sepanjang 246 kilo meter sirkit dan delapan gardu induk dengan nilai investasi Rp7 triliun,” tutur Sofyan Basir .

Sofyan menambahkan, seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2019, nantinya jika seluruh proyek tersebut selesai maka kapasitas di Papua dan Papua Barat akan meningkat dua kali lipat di 2019 dan PLN siap untuk menyukseskan acara PON 2020 di Papua.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP