TUTUP
TUTUP
BISNIS

Dua tahun Jokowi-JK, Bappenas Klaim KPBU Berhasil

Sejumlah proyek sudah mulai dikerjakan.
Dua tahun Jokowi-JK, Bappenas Klaim KPBU Berhasil
Ilustrasi proyek jalan tol (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

VIVA.co.id – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, salah satu capaian penting yang sudah berhasil diraih lembaganya dalam dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, adalah terealisasinya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Alhamdulillah sudah ada beberapa proyek dengan skema KPBU yang mulai berjalan, bahkan sudah dimulai pengerjaannya," kata Bambang dalam ‘Pers Briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK’ di Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2016.

"Seperti misalnya PLTU Batang atau PLTU Jateng, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di bawah PU Jawa Timur, dan lain sebagainya," ujarnya.

Bambang mengatakan, salah satu target yang menjadi fokus adalah pembangunan Tol Trans -Jawa, yang sudah harus terhubung pada 2019 mendatang. Namun, Bambang mengakui jika ada sejumlah masalah yang dihadapi BUMN pelaksana proyek tersebut, termasuk dalam hal pembiayaan.

"Ruas-ruas yang saat ini akan dikerjakan oleh BUMN untuk pembangunannya membutuhkan tambahan modal. Dan problemnya adalah mereka kekurangan ekuitas sehingga harus didorong dengan disuplai oleh BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan lain sebagainya," katanya menambahkan.

Bambang mengatakan, model pembiayaan KPBU ini merupakan salah satu terobosan agar para lembaga pemegang dana-dana pensiun itu bisa lebih mengoptimalkan perannya, dalam proyek-proyek pembangunan nasional yang lebih nyata.

Sebab, besarnya dana pensiun yang selama ini hanya disimpan di bank, sementara proyek-proyek pembangunan nasional membutuhkan sokongan dari dana tersebut, dianggap sebagai bentuk kurang optimalnya pengelolaan dana-dana pensiun itu oleh lembaga-lembaga pengelolanya.

"Tujuannya agar mereka juga bisa masuk ke proyek infrastruktur atau proyek-proyek real. Jadi tidak hanya simpan dana di bank saja seperti yang terjadi selama ini.”

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP