TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

BI Segera Terbitkan Aturan Instrumen Pasar Uang

Dinilai masih sangat dangkal.
BI Segera Terbitkan Aturan Instrumen Pasar Uang
Bank Indonesia (REUTERS/Iqro Rinaldi)

VIVA.co.id – Bank Indonesia menyebutkan, instrumen pasar uang dalam negeri sampai saat ini masih terlalu dangkal. Padahal, sampai saat ini kebutuhan korporasi, maupun lembaga keuangan non bank untuk mencari pendanaan semakin membesar.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengungkapkan, pendalaman sektor keuangan, merupakan langkah konkret dalam mengembangkan perekonomian nasional. Implikasinya, tentu akan berdampak positif, terutama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

"Kita bisa menarik akses likuiditas di perekonomian dan memperkecil risiko gangguan dari gejolak nilai tukar, maupun fluktuasi di pasar saham," kata Mirza, saat ditemui di Kompleks BI Jakarta, Senin 24 Oktober 2016.

Salah satu cara untuk memperdalam pasar keuangan, lanjut dia, tentu dengan memperkaya instrumen pasar uang. Bank sentral, rencananya dalam waktu dekat pun akan menerbitkan aturan mengenai instrumen pasar uang yang baru.

Yakni, Surat Berharga Komersial (SBK), atau commercial paper. Instrumen ini, merupakan surat berharga jangka pendek, yang dapat dipergunakan korporasi untuk mencari pendanaan modal kerja. Aturan ini pun akan tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI).

"Hasil diskusi dari pakar, pelaku, sekuritas, perbankan, reksadana, nanti akan kami jadikan landasan untuk menerbitkan PBI SBK," katanya.

Adapun SBK, sejatinya bukanlah instrumen baru. Pada 1995, bank sentral telah mengatur peraturan aturan tersebut, dan telah dipasarkan kepada sejumlah perbankan. Namun, setelah krisis 1998, pangsa pasar jadi SBK, justru hilang begitu saja.

"Kami sebagai regulator, akan berusaha, agar funding financing ekonomi semakin tersedia," tuturnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP