TUTUP
TUTUP
BISNIS

Belanja dan Pungutan Pajak Indonesia Masih Rendah

Peningkatan pendapatan menjadi prioritas.
Belanja dan Pungutan Pajak Indonesia Masih Rendah
Ilustrasi Penyampaian SPT Pajak (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Posisi belanja publik dan pungutan pajak Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada pada tingkat pembangunan setara. Posisi belanja Indonesia masih kalah dibandingkan Meksiko, India, Kolombia, Turki, Rusia, Brasil.

Hal itu terungkap dari hasil survei Organization for Economic Co-Operation Development (OECD) terhadap perekonomian Indonesia. Hasil survei itu dirilis Senin, 24 Oktober 2016.

Menurut survei tersebut, peningkatan pendapatan menjadi prioritas untuk mendanai kebutuhan infrastruktur dan program sosial. Selain itu, penguatan tata kelola dan kepastian sektor publik, terutama di tingkat daerah, akan meningkatkan efisiensi belanja publik dan menjadikannya lebih inklusif. Ditambah dengan realokasi pengeluaran ke bidang-bidang selain gaji pegawai dan subsidi.

Di samping itu, peningkatan belanja pemerintah, terutama belanja modal yang berkaitan dengan proyek infrastruktur  pemerintah, telah memberikan stimulus fiskal baru-baru ini.

Survei OECD merekomendasikan untuk meningkatkan efisiensi belanja publik yang akan memungkinkan lebih banyak sumber daya dialokasikan ke bidang prioritas. Misalnya, 20 persen untuk pendidikan dan lima persen untuk kesehatan.

Tak hanya itu, OECD juga merekomendasikan agar pemerintah dapat melanjutkan pelaksanaan pembangunan berbasis kinerja (dana mengikuti program).

Selain itu, OECD meminta untuk meningkatkan evaluasi terhadap program yang ada saat ini dan di masa mendatang.

“Serta memperkuat kaitannya dengan pencapaian tujuan jangka menengah. Lakukan juga revisi atas sistem transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah, untuk menghilangkan kaitan dengan pembayaran gaji,” demikian tertulis dalam survei tersebut.

(mus)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP