TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Kemudahan Berbisnis RI Naik, Fakta di Lapangan?

Korupsi, inefisiensi birokrasi, dan birokrasi masih jadi persoalan.
Kemudahan Berbisnis RI Naik, Fakta di Lapangan?
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)

VIVA.co.id – Bank Dunia telah menaikkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia menjadi 91 dari sebelumnya di peringkat 109. Capaian ini diapresiasi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani.

"Niat baiknya sudah ada, dan upayanya sudah banyak. Walaupun ada izin satu pintu tiga jam, praktiknya ada yang sampai kadang empat, lima, enam jam," ucap Rosan di Menara Kadin Jakarta pada Rabu, 26 Oktober 2016.

Ditambahkannya, pemerintah juga telah menunjukkan sikap serius untuk memperbaiki peringkat kemudahan berinvestasi Indonesia. Hal itu tercermin dari upaya pemerintah melakukan deregulasi perizinan dan meluncurkan sejumlah paket kebijakan ekonomi.

Menurutnya, paket kebijakan ekonomi XIII telah memberikan kemudahan dari segi perizinan atau birokrasi, perpajakan, dan membuka daftar negatif investasi.

"Saya lihat sih pokok-pokoknya adalah ketiga itu mendorong kemudahan untuk berusaha," ungkapnya.

Meski demikian diutarakan Rosan, untuk mencapai peringkat 40, seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo, pemerintah mempunyai dua pekerjaan rumah. Yaitu persoalan korupsi dan persoalan inefisiensi birokrasi yang masih tinggi. Serta, pembangunan infrastruktur yang dinilainya masih ketinggalan.

"Kalau tiga hal utama itu diberesin, otomatis daya saing kita akan sangat melompat tinggi," ujarnya.

Sehingga, ia menilai target peringkat 40 tersebut realistis untuk dicapai. "Tapi kuncinya memang pangkas birokrasi besar-besaran, dan harus agresif untuk pangkas, baik di Pemerintah Pusat maupun di daerah," ujarnya.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP