Defisit 2,41 persen, Utang di 2017 Tambah Rp384,7 Triliun

Ilustrasi peningkatan utang luar negeri Indonesia.
Sumber :
  • Halomoney

VIVA.co.id – Defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 ditetapkan sebesar Rp330,2 triliun, atau 2,41 persen terhadap produk domestik bruto. Dengan ini, mau tidak mau pemerintah harus menambah utang.

Defisit APBN Oktober 2021 Capai Rp548,9 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jika dibandingkan kemungkinan perkiraan defisit hingga akhir 2016, maka proyeksi defisit hingga akhir 2017 jauh lebih realistis.

“Dibandingkan outlook 2016 yang bisa sampai 2,7 persen, rasio itu lebih rendah. Jadi ada tambahan utang sebesar Rp384,7 triliun,” jelas Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 27 Oktober 2016.

Sri Mulyani Prediksi Dua Hal ini Buat Defisit APBN 2022 Lebih Rendah

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, menjelaskan penambahan utang tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) netto yang sudah mencakup pembayaran utang lama sebesar Rp400 triliun, dan pembiayaan investasi sebesar Rp47,5 triliun.

“Ini untuk menjaga rasio utang pada PDB yang masih relatif sehat. Pembiayaan dari utang kami juga tidak terlalu berat,” katanya.

Defisit APBN per Oktober 2021 Turun Jadi 3,29 Persen

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan, pemerintah akan terus memperbaiki fondasi fiskal, agar beban bunga tidak semakin membebani. Intinya, ditegaskan dia, adalah bagaimana mengelola keuangan negara dengan baik.

(ren)

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Ada Proyek Ibu Kota Baru, Sri Mulyani Jaga Defisit APBN Sesuai Target

Sri Mulyani mengatakan, defisit APBN maksimum 3 persen mulai tahun 2023 akan diupayakan tetap terjaga.

img_title
VIVA.co.id
18 Januari 2022