TUTUP
TUTUP
BISNIS

Ibu Rumah Tangga Mau Bisnis Online? ini Tipsnya

Bisnis online miliki waktu fleksibel bagi ibu rumah tangga.
Ibu Rumah Tangga Mau Bisnis Online? ini Tipsnya
ibu rumah tanggan bisnis online (Halomoney.co.id)

VIVA.co.id – Menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak tercinta, tidak berarti harus berdiam diri di rumah. Para ibu rumah tangga membutuhkan aktivitas yang lebih produktif sambil mengawasi dan mengurus pertumbuhan si kecil. Salah satu kegiatan produktif yang perlu dicoba para ibu rumah tangga ialah berbisnis online.

Berbisnis secara online dapat dilakukan ibu rumah tangga sambil awasi dan menemani si buah hati di sekolah atau di rumah, bisnis ini memiliki fleksibilitas dalam mengatur waktu dibandingkan memiliki toko sendiri. Anda dapat mengerjakannya di rumah atau pada saat si kecil sedang istirahat. 

Alasan penting lainnya, bisnis online lebih murah dibandingkan Anda membuka outlet atau toko yang membutuhkan dana jutaan rupiah. Anda cukup membuka lapak di marketplace seperti bukalapak atau tokopedia, blanja, atau elevenia. Marketplace sendiri adalah situs yang melayani perdagangan secara online (e-commerce) dari penjual kepada pembeli.

Selain itu, bisnis online cuma membutuhkan sedikit modal, seperti biaya langganan internet, dan satu unit laptop. Bahkan dua kebutuhan itu bisa dikesampingkan jika Anda ingin memulai usaha Anda dengan smartphone yang telah dimiliki.

Berikut ini tips bisnis online dari Halomoney.co.id kepada para ibu rumah tangga. 

1. Pertimbangan produk yang tahan lama

Bisnis online lebih cocok dilakukan terhadap barang-barang yang tahan lama. Jika kamu berbisnis makanan jadi, pilihlah makanan yang tahan lama seperti aneka rendang. Dengan kemasan yang baik, hidangan rendang tidak basi selama masa pengiriman di dalam negeri atau keluar negeri.

2. Membuat kemasan yang menarik

Bisnis online mensyaratkan para ibu rumah tangga memiliki kemampuan untuk mengemas produk dengan baik. Buatlah kemasan yang kuat, aman, anti basah atau anti bocor, agar sampai ketangan konsumen tanpa cacat. 
Untuk belajar membuat kemasan yang baik, Anda bisa belajar melalui internet dan bereksperimen membuat kemasan hingga kemasan Anda dinilai memenuhi standar. 

Ingatlah, kemasan tersebut akan mempengaruhi kondisi produk yang akan dikirim ke konsumen. Jika konsumen tidak puas, karena produk rusak, produk anda akan dikembalikan dan diminta diganti dengan produk baru. 

3. Berikan keterangan lengkap dan jujur atas produk Anda

Semakin lengkap keterangan yang Anda berikan, akan lebih baik bagi konsumen. Keterangan yang lengkap ini juga untuk menghindari kesan Anda menutup-nutupi informasi kepada pelanggan sehingga nantinya konsumen kecewa. 

Perlu diingat, Anda harus jujur memberikan keterangan atas produk Anda.Selain itu hindari menggunakan bahasa yang bombastis seperti ahli marketing yang sering muncul di televisi sehingga konsumen malah tidak menyukai jualan Anda.

4. Bersikap profesional

Meski bisnis online hanya sebagai sambilan, namun sikap para ibu rumah tangga tetap harus profesional. Salah satu bentuk sikap profesional dalam berbisnis online, antara lain, memberikan respons atas pertanyaan para konsumen dengan sesegera mungkin. Atau mengirim pesanan dengan tepat waktu. 

Sikap yang profesional ini lama kelamaan akan menumbuhkan kepercayaan konsumen sehingga mereka akan kembali membeli barang/jualan Anda. Bahkan di bisnis online, konsumen yang puas sangat mungkin akan menuliskan pengalaman baiknya di lapak online Anda sehingga akan semakin menambah pelanggan Anda. Begitu pula sebaliknya: jika tidak puas, pengalaman mereka bisa berdampak buruk bagi bisnis Anda. 

5. Tertib menggunakan media sosial

Selain membuka lapak di marketplace, sebaiknya Anda berjualan di media sosial popular seperti facebook, Instagram atau twitter. Namun di media sosial itu Anda tidak sembarang berjualan. Sebaiknya Anda memiliki akun khusus di media sosial untuk berjualan produk Anda. 

Akun tersebut dipisahkan dari akun pribadi Anda sehingga tidak mengganggu pertemanan Anda dengan teman-teman atau jaringan Anda. Sering terjadi, jika akun pribadi di media sosial digunakan untuk berjualan, sebagian teman-teman Anda atau follower Anda akan merasa terganggu. Akibatnya jualan Anda tidak mendapatkan simpati dan pelanggan.
 

 

(ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP