TUTUP
TUTUP
BISNIS

Masyarakat Ekonomi ASEAN Belum Mampu Bangkitkan Properti RI

Pendapatan ekspatriat Asia di RI jauh lebih rendah dari Eropa dan AS.
Masyarakat Ekonomi ASEAN Belum Mampu Bangkitkan Properti RI
Deretan apartemen baru di Jakarta.  (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVA.co.id – Pemberlakuan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia ternyata belum berdampak banyak bagi penjualan dan sewa properti bagi warga asing atau ekspatriat. Minimnya pendapatan dari ekspatriat asal sesama negara anggota ASEAN di Indonesia menjadi salah satu penyebabnya.

Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto, mengatakan meski ada MEA di Indonesia dan bisa banyak mendatangkan warga asing, namun kebutuhan hunian dipastikan belum bisa menggantikan pasar properti ekspatriat asal Eropa dan Amerika Serikat.

Menurut dia, penghasilan atau pendapatan warga asing asal Asia untuk top manager di Indonesia kira-kira hanya sebesar US$1.500-US$3.000 per bulan atau setara (Rp19,5 juta hingga Rp39,12 juta), sehingga dalam hal ini mereka lebih banyak pilih sewa properti kelas menengah bawah dan tidak mungkin membeli properti.

"Secara peluang memang banyak, tapi dalam hal ini lebih kepada sewa apartemen atau rumah, dan tidak membelinya, mereka itu market-nya beda lalu budget-nya juga beda dibandingkan ekspatriat asal Eropa yang bekerja di sini (Indonesia)," jelas Ferry kepada VIVA.co.id.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan sektor properti untuk ekspatriat sebenarnya selama ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dalam negeri, sehingga bila ekonomi mengalami perlambatan seperti saat ini maka perusahaan tentu akan mengurangi anggarannya untuk mencari pekerja profesional dari luar negeri.

Selama ini, ekspatriat yang paling banyak mengambil peran dalam pertumbuhan properti adalah pekerja sektor perminyakan. Sektor ini sekarang mulai alami perlambatan sehingga sepertinya pertumbuhan properti ekspatriat akan alami pergeseran.

"Ekonomi kita cenderung tak bergerak banyak, tapi ekspektasi masih lima persen pertumbuhannya, itu masih beri ruang untuk properti, tapi penyewa asal Eropa dan AS ke depan mulai berkurang," ujar dia.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP