TUTUP
TUTUP
BISNIS

Industri Ini Jadi Prioritas Nasional

Ketiga industri ini menyumbang 8,17 persen dari total ekspor nasional.
Industri Ini Jadi Prioritas Nasional
Industri Sepatu Lokal (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVA.co.id – Industri kulit, alas kaki, dan aneka telah menjadi industri ekspor unggulan Indonesia. Ketiga industri ini pun menjadi prioritas nasional untuk ditingkatkan kapasitasnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan, ketiga industri tersebut memiliki nilai ekspor sebesar US$12,28 miliar, atau 8,17 persen dari total ekspor nasional pada 2015. Industri ini menyerap tenaga kerja kurang lebih 1,1 juta orang, atau 7,7 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur dan nilai investasi mencapai Rp 22,8 triliun.

"Salah satu kelompok dalam industri pengolahan yang dikategorikan sebagai industri strategis dan prioritas nasional untuk ditingkatkan kapasitasnya adalah industri kulit, alas kaki, dan aneka," kata Airlangga di acara Temu Usaha Pameran dan Fashion Show Industri Aneka Kulit dan Sepatu, atau Alas Kaki di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 1 November 2016.

Industri kulit, alas kaki, dan aneka mencakup 11 kelompok industri, yaitu industri penyamakan kulit, industri barang dari kulit, industri alas kaki, industri kaca mata, industri alat ukur kayu, industri alat musik, industri mainan, industri alat tulis, industri perhiasan, industri alat olahraga, dan industri pengolahan lainnya.

Ia menyebutkan, data terakhir pertumbuhan industri aneka sampai dengan triwulan II mencapai 3,84 persen, turun dibandingkan 2015, yang mencapai 3,93 persen. Kecenderungan penurunan terjadi pada industri pengolahan lainnya, seperti payung, korek api gas, rambut palsu, kancing sorong, yang turun 3,63 persen.

Sedangkan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki mengalami pertumbuhan yang cukup baik mencapai 7,74 persen.

"Kondisi industri aneka saat ini, belum mencapai kapasitas terpasang nasional secara optimal, karena manjemuknya permasalahan yang dihadapi oleh industri. Misalnya iklim usaha, isu lingkungan, pemahaman SNI (standar nasional Indonesia), ketenagakerjaan, kesemuanya memerlukan koordinasi lintas sektor," ujarnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP