TUTUP
TUTUP
BISNIS

BPS Prediksi Pertumbuhan Industri Berkisar Lima Persen

Pertumbuhan industri di tiga bulan terakhir tidak terlalu signifikan.
BPS Prediksi Pertumbuhan Industri Berkisar Lima Persen
Ilustrasi industri  (ANTARA/HO/Panji)

VIVA.co.id – Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono memproyeksikan pertumbuhan industri hingga akhir tahun ini tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan, dimana sektor industri akan tumbuh sekitar lima hingga enam persen pada kuartal terakhir 2016.

"Kalau tiga bulan terakhir year on year saya kira tidak terlalu mengalami fluktuasi yang terlalu. Masih berkisar di sekitar lima persen. Bahkan ada yang enam persen, namun tidak jauh dari lima persen." kata Adi Lumaksono di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa, 1 November 2016.

Demi menggenjot pertumbuhan sektor industri tersebut, kata Adi, pemerintah perlu menjaga laju inflasi agar daya beli masyarakat dapat stabil. "Kalau dari sisi demand, kan tergantung dari daya beli. Nah daya beli tergantung dari tinggi rendahnya inflasi. Nah di situ lah yang akan saling kait-mengait. Selama inflasi rendah, harapannya daya beli juga tinggi," ujarnya.

Di samping itu, Adi pun memprediksi bahwa daya beli masyarakat akan terus meningkat pada tahun 2017 mendatang. Hal ini seiring dengan kebijakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau 8 persen ya ada dinaikkan 10 persen, ini kan meningkatkan daya beli masyarakat. Secara umum dia bisa beli lebih tinggi," tuturnya.

Namun, Adi mengingatkan, konsumsi dapat stabil apabila terjaganya antara suplai dan permintaan. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat juga harus tetap dalam kondisi stabil.

"Makanya kita melihat ketersediaan ada atau tidak. kalau hanya tergantung dari input luar negeri, dari Dolar, maka ketika rupiah menguat maka industri meningkat. Namun kalau Rupiah lemah, input luar negeri bikin harga mahal dan mendorong inflasi kita. Jadi inflasi harus dijaga," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP