TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Tax Amnesty dan Deregulasi Dongkrak Keyakinan Konsumen

Pasar Indonesia masih menjanjikan bagi para pelaku industri.
Tax Amnesty dan Deregulasi Dongkrak Keyakinan Konsumen
Belanja online. (U-Report)

VIVA.co.id – Nielsen Indonesia menyatakan seperangkat kebijakan deregulasi dan amnesti pajak turut menyumbang dalam perbaikan indeks keyakinan konsumen Indonesia pada kuartal III menjadi tertinggi ketika di dunia. Tingkat keyakinan konsumen Indonesia naik tiga poin dari 119 di kuartal II menjadi 122.

“Upaya pemerintah mengeluarkan paket deregulasi ekonomi disusul dengan kebijakan tax amnesty tampaknya direspons dengan positif, baik oleh konsumen maupun dunia industri," kata Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin, di kantor Nielsen Jakarta pada Rabu, 2 November 2016.

Melihat optimisme konsumen online Indonesia, yang terus meningkat, menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih menjanjikan bagi para pelaku industri yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Ditambah didorong dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

Nielsen merilis lima aspek yang menjadi kekhawatiran konsumen online. Lima aspek tersebut yaitu, masalah ekonomi sebanyak 31 persen, keseimbangan kerja atau kehidupan 21 persen, terorisme 17 persen, kesejahteraan dan kesenangan orang tua 16 persen, dan stabilitas politik 13 persen.

Masalah ekonomi masih menjadi peringkat pertama, namun persentasenya mengalami penurunan, yaitu dari 38 persen pada kuartal II, menjadi 31 persen di kuartal III ini. Diindikasikan adanya paket kebijakan deregulasi pemerintah dan program amnesti pajak menyurutkan tingkat kekhawatiran konsumen online ini.

Di sisi lain, Nielsen menyoroti dua aspek lain yang memengaruhi keyakinan masyarakat, yaitu terorisme dan stabilitas politik, yang baru muncul di kuartal III ini.

"Kekhawatiran terkait terorisme ini memang meningkat di wilayah Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Utara. Seperti terjadinya penembakan di Orlando, Amerika Serikat, Juni lalu, dan peristiwa penabrakan truk pada perayaan Bastille di Paris Juli lalu membuat konsumen menjadi khawatir akan aksi terorisme," ucapnya.

Sementara itu, ketegangan pilkada serentak diindikasi menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas politik Indonesia. “Namun kami yakin pemerintah akan dapat menjaga kondisi politik tetap kondusif, dan tentunya ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk yang paling penting adalah media dalam menyiarkan berita-berita politik,” tuturnya.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP