TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Pedagang Pasar Tak Terpengaruh Demo 4 November

Besok pedagang pasar kurangi dagangannya sebesar lima persen.
Pedagang Pasar Tak Terpengaruh Demo 4 November
ilustrasi pedagang pasar di Jakarta. (Rebecca Reifi Georgina - VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang mengerahkan lebih dari 20 ribu massa  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) tidak akan menggoyahkan aktivitas sehari-hari para pedagang pasar di Jakarta.

Dari pantauan VIVA.co.id yang menyisir sejumlah pasar tradisional di kawasan Selatan Jakarta, yaitu pasar Mampang dan pasar Warung Buncit. Para pedagang mengatakan tidak akan mengurangi aktivitas perdagangan dan akan berdagang seperti biasa, meskipun ada demo.

Salah satu pedagang sayuran keliling Kampung Jati-pasar Warung Buncit, Siswanto mengaku tidak takut adanya unjuk rasa besar tersebut karena kakek berusia 60-an tahun asal Solo ini telah biasa dan tidak asing dengan aksi demo di Ibu Kota Jakarta. 

"Udah biasa sama demo-demo, enggak asing, enggak takut, dan enggak mau ikut-ikutan dari pada kena imbasnya nanti, walaupun dapat ongkos, makan, minum," ujar dia kepada VIVA.co.id di pasar Warung Buncit Jakarta Selatan pada Kamis, 3 November 2016.

Kemudian, pedagang sayuran lain di pasar Buncit Sri Supardi (55) mengatakan dirinya tidak takut karena menurutnya dirinya bukan pihak yang terlibat dalam masalah tersebut. Sehingga, ia tetap berjualan seperti biasa karena ia mau mencari nafkah.

"Enggak takut karena enggak ngapa-ngapain. Saya orang kecil perantau dari Klaten di sini mau cari duit, enggak yang aneh-aneh, enggak mau ikutan demo," ucapnya.

Saat ini, ada beberapa komoditas bahan pangan yang naik harganya, seperti cabai merah keriting naik sekitar Rp10 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp70 per kg, bawang merah naik sekitar Rp5 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg, dan tomat naik Rp2 ribu per kg menjadi Rp10 ribu per kg.

Namun, kenaikan ini menurut pedagang di kedua pasar tidak ada pengaruhnya dari unjuk rasa besar yang akan terjadi esok hari karena harga komoditas tersebut sudah naik beberapa hari ini.

"Harga naik ini bukan karena demo. Tapi, harga memang sudah mahal dari pusatnya. Pasokan pun tetap tersedia, enggak susah," ujar pedagang pasar Mampang, Sri (46).

Sri mengaku ada sedikit kekhawatiran. Selain khawatir ada kerusuhan unjuk rasa besok, ia juga ada kekhawatiran akan ada sedikit pembeli karena orang-orang malas beraktivitas di luar rumah. 

"Pembeli kan banyak kerja di pusat, mungkin ada penurunan pembeli. Jadi mungkin besok belanjanya saya kurangi lima persen," ucapnya.

Semua pedagang yang ditemui oleh VIVA.co.id berharap adanya unjuk rasa besar esok hari tetap berjalan dengan tertib dan menghargai hak masyarakat lainnya. "Biarin aja ada demo yang penting semua baik," tutur Siswanto.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP