TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

BKPM Akui Belum Terima Laporan Minat Investasi Ferrari

MoU antara Ferrari dan Pemda Jawa Timur belum pastikan ada investasi.
BKPM Akui Belum Terima Laporan Minat Investasi Ferrari
Kuda sebagai ikon Ferrari. (U-Report)

VIVA.co.id – Perusahaan Raksasa otomotif asal Italia, Ferrari, dikabarkan tertarik mendirikan pabrik di Kabupaten Sidoarjo, Surabaya. Hal tersebut pun, dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Soekarwo mengatakan bahwa telah terjadi penandatanganan nota kesepahaman, atau memorandum of understanding (MoU) antara dirinya dengan pihak Ferrari pada Selasa 1 November 2016.

Awalnya, dikira minat brand ternama itu untuk membangun pabrik industri di Surabaya, hanya isapan jempol, namun Soekarwo meyakinkan realisasinya setelah bertemu dengan petinggi perusahaan Ferrari di Inggris, dan terjadi penandatanganan MoU.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dimintai tanggapannya terkait hal itu mengaku belum ada laporan resmi yang masuk, kalau perusahaan Ferrari mau mendaftarkan diri berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik di Sidoarjo.

"Belum ada omongannya Ferrari mau investasi bangun pabrik, belum," kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis di kantornya, di Jakarta pada Kamis 3 November 2016.

Kemudian, ia menjelaskan, kalau pun sudah ada surat MoU dan ditandatangani kedua belah pihak, belum menentukan investasi itu masuk. Ia menekankan bahwa MoU adalah tahap awal yang dapat saja dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

"Kalau MoU bisa-bisa saja, tetapi yang penting realisasinya. Orang asing datang (ke Indonesia), tanda tangan MoU, tetapi bagaimana realisasinya untuk investasi itu sendiri," ucapnya.

Soekarwo pun sebetulnya belum dapat mengonfirmasi nilai investasi yang diberikan pihak Ferrari dari kerja sama itu. Alasan Soekarwo masih belum mengatakannya, karena pihak Ferrari masih melakukan penghitungan terkait hal itu. 

Perusahaan Ferrari berencana kembangkan usahanya dengan dirikan pabrik baru. Pihaknya memerlukan lahan 2.000 hektare dan berbatasan dengan laut. Perusahaan Ferrari menilai daerah Sidoarjo merupakan wilayah yang sesuai.

Namun, lahan yang tersedia di Sidoarjo hanya 1.000 hektare. Pihak Soekarwo tetap menyanggupi dengan akan mencarikan kekurangan lahan di luar Sidoarjo, untuk perusahaan Ferrari dapat berinvestasi di dalam negeri. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP