TUTUP
TUTUP
BISNIS

Demo Damai 4 November, Toko di Pasar Mampang Pilih Tutup

Toko-toko tutup hanya hari ini saja, besok sudah mulai kembali buka.
Demo Damai 4 November, Toko di Pasar Mampang Pilih Tutup
Pasar Mampang Jakarta Selatan (VIVA.co.id/shintaloka Pradita Sicca)

VIVA.co.id – Demo damai yang berlangsung 4 November ini, memberikan sedikit kekhawatiran kepada para pedagang pasar. Salah satu pasar di daerah Selatan Jakarta, yang disambangi VIVA.co.id, siang ini nampak lengang dan terlihat sebagian toko tutup.

Kepala Pasar Mampang Hamonangan mengatakan, ada imbauan darinya untuk mengantisipasi efek buruk dari demo 4 November ini kepada pemilik toko dengan menutup tokonya.

"Himbauan menutup toko sudah ada 3-4 hari, atau seminggulah. Saya imbau langsung secara lisan, karena enggak banyak juga," katanya kepada VIVA.co.id di pasar Mampang, Jakarta Selatan pada Jumat 4 November 2016.

Ia menyebutkan bahwa imbauan tersebut bukan dari pusat, melainkan inisiatif pihaknya sendiri. "Imbauan ini ternyata direspons oleh mereka. Ada kekhawatiran kalau demo ini akan memicu tragedi 98 yang mengorbankan etnis Tionghoa. Takutnya, disusupi anarkisme oleh provokator," ujarnya.

Toko-toko yang tutup, ia sebutkan ada 15, yang mana toko tersebut adalah toko emas semua. Toko-toko ini tutup hanya pada hari ini. Selebihnya, pada hari ini dan esok hari semua aktivitas pedagang berjalan seperti biasa akan buka kembali.

Toko di Pasar Mampang Tutup

Sedangkan salah satu pedagang yang tetap buka tokoknya, Yudi (36) mengatakan, perubahan aktivitas yang terjadi pada hari ini adalah jumlah pembeli yang datang lebih sedikit dari biasanya, sehingga aktivitas jual beli pun berkurang.

Ia mengatakan, kalau pun ada yang tutup kekhawatiran para pedagang di sini bisa dibilang tipis. "Pengaruhnya lebih ke pembeli yang sedikit. Mungkin pada malas keluar. Kalau saya sendiri, enggak terlalu khawatir, karena katanya kan demo ini aksi demo damai. Lagian daerah sini tidak dilewatin pendemo," ucapnya.

Ia pun berharap, semoga kabar aksi demo damai itu menjadi komitmen para pendemo untuk tidak bersikap dan bertindak anarkis.

Nampak di depan dinding pasar Mampang pun terpasang spanduk yang bertuliskan, "Kita Semua Bersaudara". Hamonangan mengatakan spanduk itu baru dipasang pagi ini.

Sementara itu, ditempat lain yang dilewati oleh para pendemo terlihat sejumlah pedagang makanan dan souvenir justru meraup untung. Di Masjid Istiqlal contohnya, yang menjadi pusat masa bagaikan foodcourt dadakan dengan berbagai macam gerobak makanan berjejer.

Sedangkan untuk pedagang souvenir terlihat dari berjualan parfum, peci, bahkan sorban dan tasbih juga banyak diperjualbelikan. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP