TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pertamina Siap 'Ngebor' 19 Sumur Minyak Blok Mahakam

Akan dilakukan pada kuartal ke II 2017.
Pertamina Siap 'Ngebor' 19 Sumur Minyak Blok Mahakam
Platform Bekapai, Blok Mahakam.

VIVA.co.id – PT Pertamina menyatakan siap untuk masuk pada masa transisi alih kelola Blok Mahakam pada 2017. Sebanyak 19 Sumur minyak dan gas diusulkan akan langsung dieksekusi pada kuartal II 2017. 

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam mengatakan, telah melakukan persiapan mengambil alih kelola Blok Mahakam dari Total E&P Indonesia (TEPI). Ia mengakui, sebelumnya ada sedikit permasalahan pada Production Sharing Contract (PSC) yang tidak mengatur mekanisme selama masa transisi. 

"PSC waktu itu memang sempat ada permasalahan, karena dalam PSC Desember 2015, tidak di-address masalah mekanisme masa transisi. Nah, Sekarang sudah dilakukan amandemen, sehingga kita bisa alih kelola dengan baik," kata Syamsu di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Selasa 8 November 2016.  

Menurutnya, sebagaimana Term of Agreement (TOA) yang sudah ditandatangani pada Juli 2016, TEPI memberikan bantuan kerja sama pada masa transisi, agar semua proses berjalan baik. Dijelaskan Syamsu pada rencana kerja Pertamina 2017, di blok Mahakam, Pertamina dan TEPI berupaya agar tidak terjadi penurunan produksi di blok tersebut. 

"Pertamina juga komit melaksanakan investasi di 2017, kita mengusulkan ada 19 sumur untuk dieksekusi 2017, terutama kuartal II,III, dan IV. Karena, dari TEPI kan hanya ngebor di kuartal I," tutur dia. 

Sementara itu, terkait dengan Work Plan and Budgeting (WP&B), ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak TEPI. Menurutnya, ada pembahasan bagaimana skema WP&B dengan masuknya anak usaha Pertamina, yaitu Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Blok Mahakam itu.

"Kita sepakat masuk dalam WK (Wilayah Kerja) TEPI, tetapi TEPI melakukan aktivitas on behalf (setengah) dari PHM. Kawan-kawan sudah kunjungan ke lapangan untuk melihat aset secara fisik. Dari TEPI, Pertamina, SKK Migas, Kementerian ESDM, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara," tutur dia. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP