TUTUP
TUTUP
BISNIS

Harga Emas Antam Berkilau, Naik Rp7.000 per Gram

Harga Emas dunia juga ikut naik menanti kepastian pemilu AS.
Harga Emas Antam Berkilau, Naik Rp7.000 per Gram
Teller menunjukkan emas batangan (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Harga emas di PT Aneka Tambang Tbk, hari ini, Rabu 9 November 2016, tercatat naik Rp7.000 per gram dibandingkan pada Selasa 8 November 2016.  

Berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, Antam, untuk pembelian di kantor Pulogadung, emas dibanderol seharga Rp610 ribu per gram, atau naik dibanding Selasa sebesar Rp603 ribu per gram.

Sementara itu, untuk pembelian kembali atau buyback tercatat turun Rp3.000 per gram. Antam menetapkan harga Rp532 ribu per gram atau turun dari Senin lalu Rp535 ribu per gram.

Berikut ini harga emas berdasarkan ukuran. Emas lima gram Rp2,9 juta, 10 gram Rp5,76 juta, 25 gram Rp14,32 juta, dan 50 gram Rp28,6 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp57,15 juta, 250 gram Rp142,75 juta, dan emas 500 gram Rp285,3 juta.

Sementara itu, untuk produk Batik all series ukuran 10 gram dan 20 gram dipatok masing-masing Rp6,21 juta dan Rp12,02 juta. Selanjutnya, untuk produk edisi Idul FItri, ukuran dua dan lima gram dibanderol Rp1,25 juta dan Rp2,98 juta.

Untuk transaksi pembelian emas langsung di kantor Antam Pulogadung, setiap harinya dibatasi 150 antrean. Hari ini, untuk ukuran emas satu gram, dan 250 gram tidak tersedia. 

Emas Dunia

Sementara itu, untuk harga emas acuan dunia tampaknya juga naik hingga di atas satu persen. Kondisi tersebut didorong oleh pertempuran yang sangat sengit dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat antara Hillary Clinton dan Donald Trump. 

Dilansir dari laman Reuters, pada Rabu 9 November 2016, harga emas di pasar spot dibuka naik 1,1 persen menjadi US$1.288,68 per ons. Sementara itu, bullion mencapai harga US$1.300 per ons atau tertinggi setelah 2 November lalu.

Investor sepertinya akan secara potensial mempertajam investasinya di aset berisiko dan mengurangi investasi di safe haven, jika kemenangan terjadi pada Hillary. Sementara itu, jika terjadi sebaliknya investor justru mengurangi investasi di aset berisiko.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP