TUTUP
TUTUP
BISNIS

Produk Berlabel Halal Mulai Jadi Gaya Hidup

RI akan jadikan produk halal sebagai lokomotif ekonomi.
Produk Berlabel Halal Mulai Jadi Gaya Hidup
Gelaran pesta makanan halal di Semarang, Jawa Tengah (VIVA.co.id/ Dwi Royanto)

VIVA.co.id – Indonesia Trade Promotion Center Kementerian Perdagangan menilai industri produk halal terus tumbuh dan sangat berpengaruh di pasar global. Sehingga, diyakini produk halal telah menjadi gaya hidup baru konsumen dunia.

“Saat ini, halal sudah menjadi konsep yang universal dan bagian dari gaya hidup. Kami sangat yakin bahwa Industri halal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi global dan akan menjelma menjadi kekuatan baru yang memengaruhi pasar global,” kata Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Budapest Hikmat Rijadi dalam keterangannya, Jumat 11 Novemeber 2016.

Perlu diketahui, Pemerintah Indonesia bertekad menjadikan produk halal Tanah Air semakin kompetitif di pasar halal dunia. “Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya menjadikan industri halal sebagai lokomotif pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Salah satu upaya untuk mengenalkan produk halal Indonesia adalah dengan mengikuti pameran World Halal Day 2016 yang digelar pada 2-4 November 2016 di Opatija, Kroasia. Dalam acara tersebut, Indonesia mengirim 20 jenis produk makanan dan minuman bersertifikasi halal.

Keikutsertaan Indonesia dalam World Halal Day 2016, merupakan hasil kerja sama ITPC Budapest, KBRI Zagreb, dan Kementerian Pariwisata RI. "Pameran ini mengikutsertakan GPMMSI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) yang mengisi paviliun Indonesia," kata dia. 

Produk-produk yang dipamerkan di paviliun Indonesia, antara lain kopi instan, teh, kerupuk, biskuit, gula, air kelapa, dan minyak goreng. Peserta dari Indonesia juga membagikan secara gratis minuman kopi dan air kelapa kepada para pengunjung pameran.

Sedikitnya, ada 10 perusahaan Kroasia menyampaikan ketertarikannya, antara lain untuk produk CPO, kopi, teh, air kelapa, tuna, beras organik, buah kering, dan kakao, dengan potensi transaksi sekitar US$500 ribu.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Center for Halal Quality Certification, pasar belanja makanan halal diharapkan tumbuh mencapai US$2,54 triliun di 2019, dan merupakan 21,2 persen dari total belanja global. Saat ini, pasar halal dunia bernilai lebih dari US$2 triliun per tahun yang mencakup segmen industri, makanan, obat-obatan, dan kosmetik. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP