TUTUP
TUTUP
BISNIS

Hingga September, Minat Investasi ke RI Naik 54,8%

Minat investasi dalam bentuk izin prinsip mencapai Rp1.872 triliun.
Hingga September, Minat Investasi ke RI Naik 54,8%
Gedung BKPM. (Istimewa)

VIVA.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal mengklaim sepanjang Januari hingga September 2016, minat investasi Asing maupun dalam negeri yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia terus meningkat. Peningkatan tersebut, diakui akan terus menjadi cadangan pemerintah untuk mencapai target investasi hingga 2019 mendatang.

Deputi Pengendalian Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan, sepanjang Januari-September 2016, minat investasi dalam bentuk izin prinsip mencapai Rp1.872 triliun, atau naik 54,8 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1.209 triliun.

Menurut Azhar, dari total tersebut minat Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai US$96,9 miliar, setara Rp1,28 triliun (kurs Rp13.275 per dolar AS), atau naik 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$63,7 miliar, atau setara Rp844,6 miliar. 

"Meningkatnya minat investasi tersebut, tentunya sejalan dengan persepsi dunia usaha atas kemudahan berusaha yang mulai meningkat ke ranking 91 pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya yang ada di ranking 109," jelas Azhar kepada VIVA.co.id, Jumat 11 November 2016.

Azhar mengungkapkan, besarnya minat investasi tersebut juga, lantaran dunia usaha memandang Indonesia adalah pasar yang cukup potensial. Terlebih, kondisi ekonomi dalam negeri Indonesia saat ini dinilai cukup stabil dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

"Bertambahnya minat investasi itu, tentu tujuannya pasar dalam negeri kita yang cukup baik dan sebagian ditujukan untuk melakukan ekspor," tambahnya.

Data BKPM mencatat realisasi investasi langsung dari Januari hingga September 2016 mencapai Rp453,4 triliun, atau sebesar 76,2 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp594,8 triliun. Capaian tersebut meningkat 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp400 triliun.

Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede mengatakan, besarnya minat investasi asing ke Indonesia yang masih tinggi tersebut tentu didorong oleh membaiknya peringkat kemudahan berusaha. Sehingga, diperkirakan minat tersebut bisa saja segera terealisasi pada akhir tahun ini.

Menurut dia, berbagai paket kebijakan yang sudah di keluarkan pemerintah, dan besarnya dana repatriasi yang masuk dari program pengampunan pajak, atau tax amnesty dapat mendorong realisasi investasi dapat lebih besar masuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP