TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Rupiah Turun Tajam, Mendag: Gejolak Pasar Hanya Sementara

Rupiah melemah keuntungan bagi ekportir.
Rupiah Turun Tajam, Mendag: Gejolak Pasar Hanya Sementara
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Sarinah, Jakarta Pusat (VIVA.co.id/shintaloka Pradita Sicca)

VIVA.co.id – Nilai tukar rupiah sempat turun tajam dikisaran Rp13.800 pada Jumat, 11 November 2016. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan angka tersebut membuatnya terkejut karena penurunannya sangat signifikan, sehingga akan sangat memengaruhi terhadap nilai ekspor dan impor.

"Tiba-tiba terkoreksi 3-4 persen yang saya juga kaget kok dalam banget," kata dalam media briefing di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 11 November 2016.

Enggar mengatakan setiap pelemahan rupiah akan lebih banyak dilihat dari segi impor dan ekspor, karena para eksportir akan mendapat untung dan para importir merugi.

"Rupiah yang melemah tajam, hal ini akan membuat para ekportir merasa senang. Kalau dolarnya kuat eksportir pasti menunggu," ujar Enggar.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar ini sifatnya hanya sementara. Ia mengidentifikasi gejolak di pasar uang karena berbagai rumor terkait pemilu presiden AS.

"Fluktuatif seperti ini, baik ekspor impor akan menjadi persoalan karena eksportir dan importir tidak bisa menghitung harga," ucapnya.

Enggar mengatakan, keadaan ini jelas sementara saja, seperti ketika peristiwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa, rupiah mengalami pelemahan. "Kita pernah, Brexit saja ada koreksi sedikit. Eksportir paling jingrak bombay. Ini kan kejutan sesaat karena berbagai rumor dan mengaitkan berbagai hal," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa nilai ekspor dan impor tidak hanya berpaku pada nilai tukar rupiah, ada hal lainnya yang juga menjadi faktor, seperti daya saing produk terhadap pasar.

Sebagai informasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah di level Rp13.865. Kemudian, kembali menguat di perdagangan siang ini hingga menyentuh Rp13.337 pada pukul 12.55 WIB. (ase)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP