TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Jokowi Ungkapkan Keberhasilan Ekonomi RI di Depan Kader PAN

Pemerintah telah turunkan pengangguran dan kemiskinan, meski kecil.
Jokowi Ungkapkan Keberhasilan Ekonomi RI di Depan Kader PAN
Presiden Joko Widodo dalam Rakernas PAN (Intan-Biro setpres)

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo, saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Amanat Nasional Minggu sore tadi, membeberkan sejumlah perbaikan yang dilakukan pemerintah – terutama di bidang ekonomi – selama dua tahun masa kepemimpinannya.
 
Jokowi, sapaan akrab Presiden, di depan para kader PAN menyatakan kondisi perekonomian global untuk tahun depan masih penuh dengan ketidakpastian. Ini tercermin dari sejumlah lembaga internasional, yang justru berulang kali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.
 
"Perkiraan pertumbuhan dunia bisa 3,4 persen, lalu kembali diturunkan menjadi 3,1 persen. Ini tantangan yang berat," jelas Jokowi di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu 13 November 2016.
 
Jokowi mengakui, sebagai negara berkembang, Indonesia mau tidak mau akan merasakan dampak dari situasi ekonomi global. Namun, berbagai perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam dua terakhir pun berhasil memperbaiki indikator perekonomian.
 
Misalnya, dari sisi angka kemiskinan dan pengangguran, yang diklaim telah ada sedikit perbaikan. "Paling tidak, kita bisa menghambat kenaikan. Sekecil apapun, yang penting turun," katanya.
 
Selain itu, dari sisi perkembagan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi. Dalam dua tahun, laju inflasi nasional dapat dipertahankan di angka tiga persen. Bahkan, lanjut Jokowi, tahun ini pun inflasi diperkirakan justru berada di bawah target pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar lima persen plus minus satu persen.
 
"Artinya, pergerakan harga barang sudah bisa kita kendalikan," ungkapnya.
 
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi nasional pun secara perlahan mengalami perbaikan. Menurut Jokowi, meskipun realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2016 relatif lebih rendah dari kuartal II 2016, namun Indonesia masih bisa mencatatkan perubahan.
 
"Kita termasuk (yang pertumbuhan ekonominya) tertinggi di dunia, setelah India, China. Yang lainnya, ada yang melonjak dan bahkan minus," ujarnya.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP