TUTUP
TUTUP
BISNIS

Kena Sentimen Trump, IHSG BEI Terjebak di Zona Merah

Hari ini 266 saham turun dan 10 sektor melemah.
Kena Sentimen Trump, IHSG BEI Terjebak di Zona Merah
Seorang warga melintas di depan papan elektronik Bursa Efek Indonesia. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – “Efek Donald Trump” sepertinya masih terus menghantam indeks harga saham gabungan hingga penutupan sore ini, Senin, 14 November 2016. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia IHSG masih terperangkap di zona merah dengan turun 116,23 poin atau 2,22 persen ke level 5.115 setelah bergerak di antara 5.043-5.196.

Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke Rp13.375 per dolar AS, naik 8 poin atau 0,06 persen setelah bergerak di kisaran Rp13.301-Rp13.585 per dolar AS.

Menurut analis dari Recapital Securities Kiswoyo, Adi Joe, kejatuhan IHSG akan berhenti jika sampai pada level dasar psikologis di level 5.000.

"Masih koreksi ini istilahnya. Sudah dekat level psikologis 5.000 itu sudah aman, tinggal tunggu naik," ujarnya di Jakarta.

Dari data RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp11,15 triliun dengan volume 11,4 miliar lembar saham. Sementara, perdagangan hari ini tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp2,6 triliun.

Sebanyak 68 saham naik, 266 saham turun, dan 79 saham tidak bergerak. Sementara sembilan dari 10 sektor mengalami pelemahan. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor infrastruktur yang melemah sebesar 3,68 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 1,71 persen, indeks Kospi di Korea Selatan turun sebesar 0,51 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun sebesar 1,37 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 1,09 persen, indeks DAX di Jerman naik 1,18 persen, dan indeks CAC di Prancis naik 1,37 persen.

 

(ren)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP