TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pembebasan Lahan Terkendala, Proyek MRT Diprediksi Molor

Ada pemilik lahan yang minta tanahnya diukur kembali.
Pembebasan Lahan Terkendala, Proyek MRT Diprediksi Molor
Proyek pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Lebak Bulus. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

VIVA.co.id – Sebanyak 32 pemilik lahan di Jakarta Selatan belum setuju menjual tanahnya untuk keperluan pembangunan moda transportasi kereta angkutan massa cepat atau mass rapid transit (MRT). 

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono, lahan yang belum dibebaskan berada di Jalan Haji Nawi dan Jalan Cipete Raya. PT MRT Jakarta memerlukannya untuk membangun depo dan stasiun di jalan yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Cilandak itu.

"Ada beberapa keluarga (pemilik lahan) minta tanahnya diukur kembali karena belum menerima hasil ukuran," ujar Soni sapaan akrab Sumarsono, di Balai Kota DKI, Senin, 14 November 2016.

Soni mengatakan, pengukuran ulang akan memperpanjang waktu pelaksanaan proyek. Sementara, jajaran direksi PT MRT Jakarta yang baru, menargetkan pembebasan lahan tuntas pada Desember 2016.

Hal itu penting untuk mengejar target operasional tahap pertama jalur selatan - utara MRT Jakarta tercapai pada 2018, saat Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games.

Meski demikian, menurut Soni, Pemerintah Provinsi DKI tetap membebani MRT Jakarta target penuntasan pembebasan lahan sebelum akhir tahun 2016. Jajaran direksi MRT Jakarta diminta memperbaiki koordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, serta Dinas Bina Marga DKI selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI yang bertugas membebaskan lahan untuk keperluan MRT.

Menurut Soni, Pemerintah Provinsi DKI telah menyiapkan dana pembebasan lahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2016 juga menjamin dilakukannya strategi konsinyasi, atau pelibatan pengadilan sebagai perantara pembelian lahan warga untuk proyek pemerintah.

Atas dasar itu dia mengaku optimistis, pembangunan proyek ini seharusnya tak mengalami kendala berarti dalam pembebasan lahan untuk keperluan MRT.

"Kita tak boleh berhenti (membangun MRT) karena warga keberatan (menjual lahan)," ujar Soni.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP