TUTUP
TUTUP
BISNIS

BPS: Rupiah Melemah Bukan Hanya pada Dolar AS

Pada minggu kedua November, rupiah melemah karena sentimen Trump.
BPS: Rupiah Melemah Bukan Hanya pada Dolar AS
Rupiah Anjlok (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih harus berusaha keras melawan sentimen global, usai pemilihan Presiden AS lalu. Sebab, terpilihnya Donald Trump menjadi orang nomor satu di negara Paman Sam, berdampak pada rupiah yang sempat menyentuh level Rp13.700 per dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menuturkan, perdagangan rupiah ternyata tak hanya mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Namun, pelemahan rupiah juga terjadi dengan mata uang lainnya, yaitu yen Jepang, euro, dan dolar Australia.

"Jadi, pada minggu kedua November, mata uang kita melemah kepada mata uang lainnya," ujar Kecuk, panggilan akrab Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa 15 November 2016.

Berdasarkan data BPS, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,65 persen, atau 84,74 poin dibandingkan pekan terakhir Oktober 2016. Nilai tukar rupiah pada pekan kedua, secara rata-rata adalah sebesar Rp13.078,70 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Australia pada pekan kedua lalu, juga mengalami pelemahan, yaitu sebesar 0,73 persen, atau 72,71 poin. Nilai tukar rupiah secara rata-rata terhadap dolar Australia adalah sebesar Rp10.007,59 per dolar Australia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang, juga mengalami depresiasi pada pekan kedua lalu, yaitu 1,02 persen, atau 2,02 poin. Adapun rata-rata nilai tukar rupiah terhadap yen Jepang, pada pekan kedua November lalu adalah sebesar Rp126,34 per yen Jepang.

Terakhir, nilai tukar rupiah terlihat anjlok sangat dalam terhadap euro, yaitu sebesar 2,74 persen, atau sebesar 387,75 poin. Tercatat, nilai tukar rupiah terhadap euro secara rata-rata pada pekan kedua November lalu adalah Rp14.541,80 per euro. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP