TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera Dikebut

Diharapkan pada 2017 nanti, 3 ruas tol sudah mulai bisa dioperasikan.
Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera Dikebut
Pekerja sedang mengerjakan proyek jalan tol Trans Sumatera (VIVA.co.id/Dusep Malik)

VIVA.co.id – Direktur Jalan Tol PT Hutama Karya, Bambang Pramusinto mengatakan, dalam upaya pembangunan jalan tol Trans Sumatera, pihaknya akan terus memacu pembebasan lahan sampai bisa memasuki tahap pembangunan konstruksi jalan tol. 

Dia berharap, pada 2017 nanti tiga ruas tol sudah mulai bisa dioperasikan.

"Untuk tahun 2017 (diharapkan) Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, kemudian Bakauheni sampai dengan Kotabaru, 27 kilometer," kata Bambang dalam diskusi di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat 18 November 2016.

Namun, Bambang mengatakan, ruas-ruas tersebut memang belum bisa dioperasikan sepenuhnya. Sepertinya, secara fungsional belum begitu memadai.

"Tetapi, belum bisa kalau masih satu ruas. Ada Lematang-Kotabar, itu baru bisa di 2017. Totalnya kalau dijumlah, itu 70 km," ujarnya.

Bambang mengakui, masalah pembebasan lahan cukup menjadi kendala bagi upaya pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Sebab, bagi masyarakat yang sudah menempati lahan itu selama bertahun-tahun lamanya, mereka harus diberikan uang pengganti yang layak.

Jika hal itu sudah selesai, Bambang memastikan, progres ke arah pembangunan konstruksi pun akan segera dikebut oleh pihaknya.

"Kalau soal konstruksi sebetulnya itu-itu aja, timbunan, galian, beton, itu-itu aja. Tetapi, dinamika yang paling besar itu ada di pembebasan tanah," kata Bambang. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP