TUTUP
TUTUP
BISNIS

Atasi Pengangguran, Sektor Ini Digenjot

Serapan tenaga kerja sektor ini mencapai 97,22 persen.
Atasi Pengangguran, Sektor Ini Digenjot
Pengusaha UMKM dalam festival pasar rakyat di Pasar Pandansari, Balikpapan (VIVA.co.id/Dusep Malik)

VIVA.co.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki peranan sangat vital dan strategis dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi negara berkembang, tetapi juga di negara maju.

"Di Indonesia, UMKM selain berperan dalam pertumbuhan pembangunan dan ekonomi, juga memiliki kontribusi yang sangat penting dalam mengatasi masalah pengangguran, itu sudah terbukti," kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat di Hotel Sari Pan Pasifik Jakarta, Senin 21 November 2016.

Kadin mencatatkan, kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto meningkat 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir. Serapan tenaga kerja sektor ini, juga meningkat dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama.

Sementara itu, pada 2014, mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pelaku UKM di Indonesia mencapai sekitar 57,9 juta. Diperkirakan pada tahun ini, jumlah pelaku UKM terus bertambah.

Pemerintah menargetkan kontribusi Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai 7-7,5 persen dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5-8 persen hingga 2019 mendatang.

"Kami optimis, ada peningkatan kontribusi PDB dari sektor UMKM. Meningkatnya devisa dari sektor ekonomi kreatif, juga dapat menjadi motivasi untuk lebih mengembangkan sektor ini, yang akan menjadi salah satu sektor unggulan," tuturnya.

Erik mengatakan, pengembangan UMKM sangat terkait dengan inovasi dan daya dukung ekonomi kreatif. Tanpa upaya untuk meningkatkan kreativitas yang inovatif, peningkatan pertumbuhan UMKM akan terhambat dan kalah bersaing dengan produk UKM luar negeri.

"Pengembangan kedua sektor ini yang terintegrasi sangat penting bagi upaya mendorong pertimbuhan ekonomi nasional," ujarnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP