TUTUP
TUTUP
BISNIS

Sepinggan dan Kualanamu Akan Ditawarkan ke Swasta Asing

Penawaran ini hanya berupa pengoperasian bandara saja.
Sepinggan dan Kualanamu Akan Ditawarkan ke Swasta Asing
Ilustrasi/Aktivitas Bandara Kualanamu di Medan Sumatera Utara saat mulai resmi beroperasi. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

VIVA.co.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku akan mendorong bandar udara Sepinggan Balikpapan dan Kualanamu di Medan Sumatera Utara untuk bekerjasama dengan swasta asing.

Budi berkeyakinan dengan kolaborasi bersama asing maka akan meningkatkan produktivitas kedua bandara itu. "Kalau di sana ada kombinasi asing dan swasta, salah satu tugas mereka adalah untuk meningkatkan produktivitas dari cabang atau bandara tersebut," kata Budi, Senin, 21 November 2016.

Kerjasama yang nantinya akan ditawarkan kepada swasta asing ini hanya mengenai pengoperasian bandara. Sementara tanah dan ruangnya akan tetap menjadi milik pemerintah. "Nanti tinggal kita kasih konsesi berapa tahun," ujarnya.

Budi pun menjelaskan skema yang bisa digunakan, yakni dimulai dengan pembentukan anak usaha baru (spin off) oleh PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, pada kedua bandara tersebut. Kemudian, saham anak usaha baru itu dapat dijual kepada asing sebesar 45 atau 49 persen.

Nantinya, Kementerian Perhubungan akan memberikan konsesi pengusahaan kepada perusahaan baru tersebut. "Sehingga baik AP I dan AP II akan mendapatkan nilai tambah, dan kedua bandara ini dapat berkompetisi dengan bandara lain di negara tetangga," kata Budi.

Meski demikian, Budi menekankan  harus tetap menyeleksi para calon sasta asing tersebut, agar setidaknya mereka juga harus memiliki pengalaman dalam pengelolaan bandara.

"Saya tetap menegaskan, kita harus jadi mayoritas di sana. Yang tanggung jawab AP I dan AP II. Mereka akan kerjasama dengan Danareksa dan Mandiri Sekuritas," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan catatan Kemenhub, investor asing yang sudah mengutarakan ketertarikannya pada pengelolaan kedua bandara ini antara lain adalah Perancis, India, Jepang dan Korea Selatan.

Oleh karenanya, AP I dan AP II diharapkan sudah dapat menyelesaikan kajian dan prosedur mengenai rencana tersebut, dalam waktu dua bulan ke depan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP