TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

11 Proyek Listrik Disetop, PLN Cari Solusi

Sebagian besar proyek berada di daerah terpencil.
11 Proyek Listrik Disetop, PLN Cari Solusi
Ilustrasi/Petugas sedang memantau aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara mengapresiasi audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang telah berhasil menemukan 34 proyek pembangkit listrik berskala kecil yang terkendala dengan kapasitas total 627,8 MW.

Dari 34 proyek itu, saat ini telah ada sebanyak 17 proyek yang telah dilanjutkan dan memiliki solusi.

Sementara itu, sebanyak enam proyek telah diputuskan kontraknya dengan kontraktor dan diambil alih oleh PLN untuk dilanjutkan penyelesaiannya. Selain itu, ada sebanyak 11 proyek pembangkit listrik yang determinasi atau diberhentikan. 

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan untuk 11 proyek terminasi itu sudah disiapkan opsi pengganti untuk penyediaan tenaga listrik baik dengan perluasan jaringan transmisi dan Gardu Induk.

Selain itu juga dengan pembangkit baru yang pembangunannya lebih cepat seperti PLTMG (Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas) dan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). 

"Karena itu solusi tercepat untuk menggantikan proyek-proyek yang terminasi ini yang dilakukan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan akan listrik," kata Made di kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu 23 November 2016. 

Ia menjelaskan bahwa semua proyek yang terkendala ini masuk Fast Track Program (FTP) berada dalam kontrak tahun 2007 hingga 2012. Dari 11 proyek terminasi yang berkapasitas 147 MW itu tidak ada satupun yang masuk dalam proyek 35 ribu MW. 

"Sebagian proyek tersebut juga berada di daerah terpencil yang sangat sulit untuk dijangkau," kata dia. 

Menurut Made, salah satu proyek yang determinasi adalah PLTU Bengkalis sebesar 2x10 MW yang prosesnya masih nol persen. "Kini proyek itu telah digantikan dengan PLTMG Bengkalis 20 MW yang rencananya akan masuk dalam sistem kelistrikan pada awal tahun 2018," tutur dia. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP