TUTUP
TUTUP
BISNIS

Gara-Gara Aksi Demo Lanjutan, Penjualan Properti Turun

Pasar properti butuh kepastian keamanan, karena mereka lihat lapangan.
Gara-Gara Aksi Demo Lanjutan, Penjualan Properti Turun
Ilustrasi pameran properti. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVA.co.id – Rencana aksi damai lanjutan yang akan dilaksanakan pada 25 November dan 2 Desmber 2016, terkait kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus dicermati oleh para pelaku ekonomi.

Ketua Real Estate Indonesia Eddy Hussy saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta meminat peran aparat penegak hukum agar bisa menjaga situasi agar kondusif, dan tidak menimbulkan sesuatu yang bersifat anarkis.

“Kami harapkan semuanya berjalan kondusif, karena keamanan sangat berpengaruh terhadap sektor properti,” jelas Eddy, Kamis 24 November 2016.

Eddy menjelaskan, aksi tersebut tentu akan memberikan pengaruh bagi sektor properti, karena menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, REI mencatat telah terjadi penurunan penjualan properti dalam satu bulan terakhir.

“Karena kepastian keamanan menjadi pukulan tersendiri bagi pembeli properti. Data pasti belum ada, tapi saya dapat laporan dari anggota di DKI Jakarta,” ujarnya.

Eddy memandang, investasi di sektor properti merupakan jenis penanaman modal yang bersifat jangka menengah dan panjang. Jika terjadi sesuatu hal yang tidak kondusif, tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pembeli.

“Mau ada rencana demo 2 Desember? Ini sudah pasti orang tidak akan beli, karena mereka pasti melihat kondisi lapangan,” tegasnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP