TUTUP
TUTUP
BISNIS

YLKI: Pengaduan Soal Listrik Masih Jalan di Tempat

Perlu dibenahi sumber daya manusianya.
YLKI: Pengaduan Soal Listrik Masih Jalan di Tempat
Pemadaman Listrik Bergilir (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVA.co.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyebut listrik masuk dalam lima sektor besar yang banyak dikeluhkan masyarakat. Sebab, listrik merupakan kebutuhan vital yang digunakan masyarakat beraktivitas.

Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan, pengaduan tersebut sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, di mana dua pengaduan diterima dari sektor kelistrikan baik secara mikro maupun makro.

"Mikro itu artinya mekanisme komplain seperti apa, akses pengaduannya, terutama tadi soal ketidaktepatan subsidi. Tapi kalau sifatnya sistemik misalnya kekurangan pasokan, ini agak susah, perlu waktu lama. Artinya dana Rp20 Triliun yang dicabut diberikan untuk percepatan pengadaan infrastruktur di pembangkit dan juga sektor hulunya," kata Tulus dalam diskusi Energi Kita di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu, 27 November 2016.

Tulus mengungkapkan, pengaduan yang ada didominasi oleh laporan penyebab pemadaman bergilir. Meskipun demikian, penyebab tersebut dinilai klasik karena tak kunjung terselesaikan. 

Menurutnya, penyebab pemadaman bergilir bisa disebabkan oleh berbagai hal. Baik karena defisit listrik maupun adanya permasalahan dari Gardu Induk dan Transmisi yang kelebihan beban.

"Rata-rata adalah masalah pemadaman bergilir. Bisa karena perawatan atau kekurangan pasokan. Kalau perawatan itu masuk yang mikro," kata dia.

Selain permasalahan pemadaman, pelanggan kerap mengeluhkan masih adanya pemaksaan dalam peralihan listrik. Menurut dia, hal semacam ini perlu dibenahi dan diawasi secara sumber daya manusianya.

"Kalau kekurangan pasokan itu menjadi makro. Dan juga pengaduan-pengaduan lain soal misalnya prabayar, pemaksaan dan semacamnya. Ini perlu dibenahi SDMnya, agar lebih baik melayani masyarakat," tuturnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP