TUTUP
TUTUP
BISNIS

Aliri Listrik Ribuan Desa, Pemerintah Andalkan Energi Baru

Partisipasi swasta juga didorong.
Aliri Listrik Ribuan Desa, Pemerintah Andalkan Energi Baru
Sumber energi terbarukan (ANTARA)

VIVA.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan terus berupaya mengalirkan listrik ke sebanyak 2.519 desa di wilayah terpelosok Indonesia yang belum dapat akses listrik sama sekali. Untuk itu, pembangunan pembangkit listrik di wilayah tersebut akan dilakukan dengan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). 

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul mengatakan bahwa di wilayah terpencil tersebut, memang cocok untuk dikembangkan pembangkit listrik dari EBT, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dan berbagai jenis pembangkit EBT lainnya. 

"Khusus untuk 2.500 desa, pemanfaatan energi setempat, khususnya akan menggunakan EBT baik PLTS, PLTMH dengan skema hybrid yang akan diutamakan," kata Alihuddin di acara “Seminar Indonesia Terang 2019 dengan Energi Terbarukan Ramah Lingkungan,” di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 29 November 2016. 

Ia menjelaskan, pemerintah penting untuk meningkatkan porsi EBT, karena energi dengan sumber fosil (minyak, gas, dan lainnya) akan habis pada waktunya nanti. Elektrifikasi di Indonesia saat ini masih belum sepenuhnya terang, ada sekitar 12.659 desa yang belum sepenuhnya terang. 

"Partisipasi sektor swasta secara luas juga akan didorong, guna mempercepat pasokan listrik nasional," ujar dia. 

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah gencar menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Kondisi ini tidak lain untuk mendorong program pembangunan yang lebih cepat. Peran swasta pun didorong untuk melakukan pembangunan pembangkit di 2.519 desa tersebut.

"Maka dari itu, porsi EBT harus 23 persen pada 2025. Di situ, nantinya investor bisa berlaku sebagai PLN mini, swasta kami dorong di 2.500 desa itu," kata dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP