TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

REI Minta Imigrasi Beri Izin Tinggal Khusus Bagi Ekspatriat

Warga asing tak bisa hanya di kasih KITAS untuk investasi properti.
REI Minta Imigrasi Beri Izin Tinggal Khusus Bagi Ekspatriat
Turis di situs cagar budaya Pura Goa Gajah, Gianyar, Bali (Antara/ Nyoman Budhiana)

VIVA.co.id – Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Pengembangan Usaha DPP Real Estate Indonesia, Theresia V. Rustandi, mengakui sudah banyak kemajuan yang dibuat pemerintah dalam hal kepemilikan rumah bagi orang asing atau ekspatriat.

Dia menyebut, sejumlah lembaga negara bahkan juga sudah memperlihatkan dukungannya, pada upaya memacu penjualan di sektor properti yang menyasar investasi dari orang-orang asing tersebut.

"Untuk masalah kepemilikan rumah bagi orang asing, kemajuannya sudah sangat banyak. Bahkan sudah sampai pada titik di mana BPN (Badan Pertanahan Nasional) membuat terobosan yang bagus," kata Theresia saat ditemui Munas REI ke-15 di hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Selasa 29 November 2016.

Meski demikian, Theresia mengaku jika para pelaku pasar di sektor properti juga masih menunggu respons kebijakan yang sama, dari sejumlah lembaga negara lain seperti misalnya dari pihak imigrasi.

Sebab, menurutnya perizinan tinggal bagi orang asing yang ingin berinvestasi di sektor properti, tidak bisa hanya dengan diberikan izin kerja saja. Mereka juga harus mendapatkan izin tinggal khusus, agar lebih tertarik lagi untuk berinvestasi di sektor properti tanah air.

"Orang asing itu enggak bisa hanya diberikan KITAS saja, karena itu kan hanya izin kerja. Sementara ini investasi properti, jadi persyaratannya pun harus beda," kata Theresia.

Oleh karenanya, Theresia mendorong agar lembaga-lembaga pemerintah yang lain juga bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan positif, yang bisa menambah nilai kompetitif dibanding pasar properti di negara-negara tetangga.

Sebab, hal ini sangat berpengaruh dan kerap menjadi pertimbangan, bagi para orang asing yang ingin berinvestasi di sektor properti Indonesia.

"Kita kan sedang bersaing dengan negara lain yang juga memberikan kemudahan bagi orang asing untuk berinvestasi. Yang penting ketika dia ingin membeli, itu peraturannya jangan dipersulit," kata Theresia.

"Intinya dari peraturan ini adalah, kita mengundang investasi dari luar untuk berinvestasi di Indonesia. Jadi kalau Pak Jokowi bikin PTSP itu tujuannya untuk mempermudah investasi, nah ini kan bagian dari investasi, maka ini juga harus dipermudah," ujarnya.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP