TUTUP
TUTUP
BISNIS

Indonesia Keluar dari OPEC, Kadin Prediksi Harga Minyak Naik

Pengusaha tentu sudah punya antisipasi
Indonesia Keluar dari OPEC, Kadin Prediksi Harga Minyak Naik
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan P. Roeslani

VIVA.co.id – Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai keputusan pemerintah untuk mengambil langkah pembekuan sementara dari keanggotaan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan membuat harga minyak dalam negeri menjadi lebih tinggi.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, mengatakan, OPEC akan melakukan pemotongan produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari, di luar kondensat. Rosan yakin pengusaha sudah memiliki langkah antisipasi dampak kenaikan harga minyak tersebut. "Kalau pengusaha pasti ada asumsi-asumsi. Mau harga naik atau turun kita melihat trennya juga. Kalau ditanya seperti itu pasti ada. Saya belum ngomong rencana ke depannya dengan pengusaha."

Menurutnya keputusan pemerintah membekukan kembali keanggotaan Indonesia di OPEC bukan keputusan sembarangan. 

"Kalau keluar dari OPEC, pemerintah pasti punya pertimbangan tersendiri lah. Kalau kami dari Kadin melihatnya assessment (pertimbangan) sudah mendalam," ucapnya. 

Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara keanggotaan dari OPEC dalam sidang ke 171 OPEC di Wina, Austria, Rabu lalu, 30 November 2016.

Presiden Joko Widodo pun menyebut langkah tersebut diambil guna melakukan perbaikan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sebab, OPEC meminta Indonesia memotong sekitar lima persen dari total produksi minyak dalam negeri sebesar 820 ribu barel per hari.

Jokowi menilai permintaan tersebut merugikan Indonesia karena bertolak belakang dari target pemerintah untuk meningkatkan produksi, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri sebesar 1,5 juta bph melalui pembangunan kilang.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP