TUTUP
TUTUP
BISNIS

Kadin Harap Insentif Tambahan untuk Investasi EBT

Kebijakan ekonomi sekarang dinilai masih belum cukup bagi dunia usaha.
Kadin Harap Insentif Tambahan untuk Investasi EBT
Sumber energi terbarukan. (ANTARA)

VIVA.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menunggu insentif untuk investasi sektor energi baru terbarukan (EBT). Paket kebijakan ekonomi yang sudah ada sekarang ini dinilai masih belum cukup bagi dunia usaha.

"Kita mengharapkan satu lagi adalah insentif di dalam investasi di energi terbarukan. Kenapa? Karena itu untuk diterapkan di Indonesia, lebih applicable," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roslani dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.

Menurutnya, adanya insentif akan sejalan dengan skema pemerintah terkait kebijakan subsidi atau feed in tariff agar investasi untuk pengembangan EBT menjadi lebih menarik dan lebih menguntungkan investor.

Sebab, skema tersebut ia katakan masih belum cukup untuk menggairahkan pengusaha berinvestasi di sektor EBT.

"Ini investasinya gede, mau solar cell, panas bumi, ini kurang karena 30 persen teknologi, 70 persen biaya. Nah, ini kita harapkan bantuan pemerintah," ucapnya.

Salah satu insentif yang diharapkan optimalisasinya adalah pada sektor perpajakan. Pihaknya ingin pemerintah mengurangi tarif pajak penghasilan perusahaan dari 25 persen menjadi 15 persen.

"Insentif pajak kan sekarang pajak korporasi 25 persen. Nah, kalau masuk ke EBT investasinya lumayan besar. Sehingga, 15 persen investasinya. Karena hal-hal seperti ini (telah) dilakukan di luar (negeri)," ucapnya.

Ia mencontohkan, penggunaan listrik untuk kendaraan di Amerika. Kemudian, ia mencontohkan insentif lainnya yang sederhana adalah parkir gratis.

"Parkir aja bisa parkir di depan. Tidak perlu bayar parkir juga. Hal seperti itu merupakan insentif," ujarnya menambahkan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP