TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Aksi 212 Sempat Dikhawatirkan Bikin Iklim Investasi Goyah

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Aksi 212 Sempat Dikhawatirkan Bikin Iklim Investasi Goyah
Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (tengah) (VIVA.co.id/Arie Dwi Budiawati)

VIVA.co.id – Aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat, 2 Desember 2016, atau yang dikenal dengan sebutan Aksi 212, sempat mengundang kekhawatiran Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Trikasih Lembong. Apalagi di hari sama, buruh juga berencana mengadakan unjuk rasa.

Lembong khawatir jika aksi tersebut mengundang sentimen investor ke Indonesia, yang mana dapat berdampak pada menurunnya stabilitas iklim investasi dalam negeri. Namun, kekhawatirannya reda setelah melakukan dialog dengan beberapa investor dalam forum konferensi investasi belum lama ini.

"Satu kejutan positif dari konferensi investasi minggu ini. Investor malah enggak begitu khawatir memikirkan hal ini (Aksi 212). Saya tadinya khawatir hal itu akan memberikan sentimen negatif ke investor. Tapi, sejauh ini masih belum," ujar Lembong dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.

Mantan Menteri Perdagangan ini mengungkapkan keresahan investor itu tidak terjadi lantaran aksi unjuk rasa sudah dinilai lumrah. Tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi di luar negeri pun kerap terjadi.

"Kebetulan bukan cuma kita yang lagi banyak demo. Negara lain juga lagi kacau. Saya enggak mau tunjuk jari ke negara tertentu, tapi bukan hanya Indonesia yang mengalami pemanasan politik. Tapi, negara lain juga mengalami. Di seluruh dunia ini biasa," ucapnya menjelaskan.

Kemudian, ia mengatakan bahwa Aksi 212 terkait isu dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok), yang mana belakangan menggiring nama Presiden Joko Widodo untuk dimakzulkan, namun justru di mata pelaku usaha internasional Jokowi mendapatkan simpati.

"Karena Pak Jokowi sudah famous di seluruh dunia sebagai lambang pluralisme, lambang pro rakyat, lambang pro investasi. Jadi semakin didemo semakin banyak dukungan internasional ke dia. Jadi saya rasa dukungan internasional semakin kencang," ujarnya menambahkan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP