TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

Aksi 212 Tak Bikin Takut Investor di Bursa Saham

Keluarnya arus modal dari Indonesia murni karena faktor eksternal
Aksi 212 Tak Bikin Takut Investor di Bursa Saham
Kondisi Terkini Aksi Damai 212 di Monas (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

VIVA.co.id – PT Bursa Efek Indonesia menjamin aksi damai 212 yang berlangsung di Lapangan Monas dan Bundaran Hotel Indonesia, tidak akan menyurutkan para pelaku pasar modal untuk melakukan transaksi saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya, saat ditemui di gedung BEI mengungkapkan, kondisi perdagangan di lantai bursa masih berjalan kondusif. Apalagi, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka positif pada hari ini.

“Indeks hari ini dibuka cerah 16 poin. Aman. Tidak ada pengaruh di capital market kita,” kata Alpino, Jumat 2 Desember 2016.

Ia memandang, tingkat kepercayaan investor sama sekali tidak bisa diukur dari adanya suatu aksi unjuk rasa yang dilakukan secara besar-besaran. Menurutnya, kondisi perekonomian secara utuh, masih menjadi pertimbangan utama para pelaku pasar.

Terfluktuasinya IHSG, diakui Alpino, merupakan sesuatu yang wajar. Namun, bukan berarti hal tersebut karena adanya pengaruh dari aksi damai 212. Menurut dia, Indonesia pernah mengalami kejadian yang lebih besar dari aksi tersebut.

“KIta pernah mengalami krisis di 1998 dan 2008. Krisis global pun tidak membuat lari investor dari bursa saham. Itu hanya sesaat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa BEI, Hamdi Hassyarbaini, menegaskan, para pelaku pasar sudah terbiasa dengan adanya demo di Indonesia. Sehingga, tidak ada kekhawatiran keluarnya dana asing, karena aksi tersebut.

“Saya sudah bilang. Jangankan demo, ada bom Thamrin saja indeks tidak apa-apa. Mereka tidak khawatir dengan kondisi itu,” ujarnya.

Menurut Hamdi, keluarnya arus modal dari Indonesia murni karena faktor ekternal, yang masih didominasi oleh terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Arus modal, pada akhirnya kembali mencari muara baru untuk bernaung.

“Uang itu mengalir ke tempat yang menguntungkan. Tapi itu sementara. Sepanjang kita bagus, mereka akan balik ke sini,” tuturnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP