TUTUP
TUTUP
MINIMIZE
CLOSE
BISNIS

OPEC Pangkas Produksi, Harga BBM Bisa Naik

Pemerintah diharapkan mengontrol harga BBM jika harga minyak melonjak.
OPEC Pangkas Produksi, Harga BBM Bisa Naik
Ladang minyak Amerika Serikat (Business Insider)

VIVA.co.id – Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC dalam sidang ke-171 telah memutuskan untuk memangkas produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari di luar kondensat. Tujuannya, untuk kembali menaikkan harga minyak mentah dunia yang selama ini cenderung merosot.

Lantas bagaimana imbasnya kepada harga bahan bakar minyak di dalam negeri?

Anggota Dewan Energi Nasional, Andang Bachtiar mengatakan, naiknya harga minyak dunia akan berimbas kepada harga BBM dalam negeri. Kondisi itu lantaran BBM Indonesia sebagian besar masih impor, sehingga berpeluang besar mengerek harga untuk naik.

"Kalau harga minyak dunia naik, tentunya harga BBM kita juga ada pengaruhnya," kata Andang kepada VIVA.co.id di Jakarta, Jumat 2 Desember 2016.

Sebagai informasi, usai kesepakatan OPEC, harga minyak mentah dunia, Brent, untuk bulan Februari naik US$2,13 atau 4,1 persen menjadi US$53,97 per barel, setelah mencapai level tertinggi sejak 27 Juli 2015. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat ditutup naik US$1,62, atau 3,3 persen menjadi US$51,06 per barel.

Andang menceritakan bahwa pada 2013-2014, harga minyak dunia sempat menyentuh level tertinggi hingga US$100 per barel. Pemerintah pun harus melakukan intervensi harga dengan memberikan subsidi BBM, yang akhirnya justru merugikan negara.

"Kalau harga minyak dunia naik, misalnya seperti dulu sempat US$100 tahun 2013-2014, BBM kita harus disesuaikan, sehingga subsidi membengkak," kata dia.

Pemerintah diharapkan dapat mengontrol harga, jika sewaktu-waktu harga minyak dunia menanjak. Menurut Andang, diperlukan kebijakan khusus untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kalau minyak dunia naik, tentunya harus melihat lagi kebijakan harga tentang BBM. Sekarang kan BBM ditentukan juga oleh pemerintah, masih dikontrol, meski tidak disubsidi," ujar dia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP