BISNIS

Siapa Lebih Kaya, Indonesia atau Malaysia?

Dari sisi pendapatan per kapita, GNP Malaysia US$ 13.740 dan Indonesia US$ 3.830.

ddd
Jum'at, 28 Agustus 2009, 10:23
Gedung-gedung perkantoran di Jakarta
Gedung-gedung perkantoran di Jakarta (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kontroversi tari Pendet menimbulkan hubungan Indonesia - Malaysia memanas. Pemberitaan media dan perbincangan hangat di banyak milis pun berkembang ke isu-isu lain, seperti Tenaga Kerja Indonesia yang memburu pekerjaan hingga ke negeri jiran.

Media Malaysia menyebutkan, puluhan ribu TKI menyeberang ke Malaysia memburu pekerjaan karena negeri ini jauh lebih makmur ketimbang Indonesia.

Lantas bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan Malaysia.

Untuk melihat kemakmuran kedua negara, banyak kalangan biasanya menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP) sebuah negara. Di sini bisa dibandingkan GNP antara Indonesia dengan Malaysia.

Jika mengacu pada data World Development Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli 2009, Malaysia berada di urutan ke 79 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740 per tahun.

Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 146 dengan GNP per kapita sebesar US$ 3.830 per tahun. Itu setara dengan Rp 38 jutaan per tahun.

Itu berarti GNP per kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.

Populasi Malaysia pada 2008 sekitar 25 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dibandingkan penduduk Malaysia.

Namun, jika membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia.

Menurut data World Development Indicators database 2008 yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2009, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB), Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-19 mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan Arab Saudi.

Indonesia berada di bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data Bank Dunia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.

Dengan PDB sebesar itu, Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam forum G-20, kumpulan 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain Indonesia, di sini ada pula Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Rusia hingga Australia.

Sedangkan, kekuatan ekonomi Malaysia jauh berada di bawah Indonesia. Bahkan, Malaysia juga kalah oleh Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia berada di urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000 triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi Indonesia.

Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 7 persen per tahun, Indonesia diharapkan bisa mendongkrak pendapatan per kapita masyarakat.

Tak mengherankan, lembaga keuangan dunia seperti PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi baru dunia bersama Brazil, Meksiko, Turki dan Rusia. Ekonomi Indonesia bakal jauh lebih maju dengan pendapatan per kapita berkali lipat. Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia? ....

heri.susanto@vivanews.com



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
fadlan
05/09/2010
lebih kita damai kita rundingkan secara perlahan2 agar kedua belah pihak tdk mengalami kerugian
Balas   • Laporkan
Peace
03/09/2010
indonesia keterlaluan...tlg hOrmat kedaulatan malaysia...Malaysian is tOp 10 peace coUntrys in the wOrld...
Balas   • Laporkan
Ali Hasan
30/08/2010
Indonesia sebenarnya adl negara yang kaya SDA-nya, tetapi SDM di Indonesia tak sebagus SDA-nya. Ini yg perlu ditingkatkan.
Balas   • Laporkan
wia rastra sewa kottama
29/08/2010
q setujuh dech ma kamu. cz warga malaysia gak mau pernah tw n belajar. mereka hanya melihat indonesia dari sisi tunggalnya indonesia saja yakni kemiskinan. padahal masih banyak kelebihan indonesia dibandingkan dengan negara2 lain didunia.
Balas   • Laporkan
Doli Anggia Harahap
16/03/2010
Ini yang nulis siapa sih? Editornya siapa? "Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia? ...." Ga banget buat tulisan begini, media yang hanya pandai memprovokasi.. Kalau memang mau membuat tulisan perbandingan ekonomi ya silahkan, tapo kenapa harus men
Balas   • Laporkan
Jemo
04/01/2010
indonesia dah maju....tahniah utk seluruh bangsa indonesia
Balas   • Laporkan
unite
29/12/2009
I'm proud to be malaysian...if u dont understnd about malaysian,dont say anything about my Land...Unite is better...kt sm2 org asia..klu mmg ngra kmu ekomoninya bgus...Alhamdulillah...kmi support...jgn nk mmbatu apikan ssma ngra asia...sdr dri sket...
Balas   • Laporkan
thenox
14/12/2009
ini seharusnya jadi tamparan keras. Jangan merasa bangga karena kita termasuk dalam G20, karena kita mempunyai PDB diatas Malaysia. Kenapa harus 'ngebet' mengalahkan Malaysia. Seharusnya Indonesia itu 'ngebet' menjadi bangsa no.1 di ASEAN dan bahkan di se
Balas   • Laporkan
Ridho
11/11/2009
seharus presiden sby harus bersikap tegas terhadap malaysia karena bila tidak indonesia akan di injak-injak oleh malaysia padahal pada zaman soeharto dulu tidak ada satu negarapun berani dengan indonesia dan di sebut "MACAN ASIA" ayo indonesia jangan k
Balas   • Laporkan
Arifuddin
21/10/2009
Dari dulu indonesia sudah terkenal kaya, sayang peduduk kita masih banyak yg miskin terbukti org kita (Indonesia) masih banya yg memilih bekerja di Malaysia (menjadi TKI)
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id