Tatap 2017 dengan Optimisme, Bursa Asia Menguat

Seorang warga melihat papan bursa saham di Jepang
Sumber :
  • CNBC

VIVA.co.id – Pasar saham Asia hari ini dibuka menguat setelah pada akhir 2016 alami penguatan yang didorong oleh membaiknya sektor manufaktur swasta China. Selain itu, kesepakatan Australia dan Banking Group Selandia Baru (ANZ) ikut menguatkan pasar Asia. 

IHSG Dibuka Melemah, Terseret Keoknya Wall Street dan Bursa di Kawasan

Dilansir dari laman CNBC,  pada Selasa 3 Januari 2016, Indeks Australia ASX 200 naik sebesar 0,96 persen, yang didukung oleh keuntungan semua sub-indeks, kecuali emas yang jatuh sebesar 2,3 persen.

Kemudian, untuk saham ANZ pagi ini tercatat naik sebesar 1,51 persen menjadi 30,87 dolar Australia, setelah pemberi pinjaman Australia mengumumkan telah mencapai kesepakatan menjual 20 persen saham Shanghai Rural Commercial Bank ke China.

Bursa Wall Street Bergejolak Dapat Kabar Trump Positif COVID-19

Sementara itu, untuk Indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat sebesar 0,23 persen yang didukung oleh keuntungan saham Mobil Hyundai dan afiliasinya yaitu KIA Motors yang naik 0,33 persen dan 1,52 persen.

Kenaikan saham tersebut terjadi setelah kedua perusahaan tersebut mengumumkan target penjualan gabungan yang lebih tinggi pada 2017 yaitu sebanyak 8,25 juta kendaraan dibandingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 8,13 juta.

Dulu Mesin Uang, Begini Kondisi ExxonMobil Sekarang

Sedangkan, untuk indeks saham Selandia Baru, Jepang, dan Thailand pada pagi ini tercatat masih tutup karena memasuki hari libur nasional tahun baru.

Wall Street New York

Rusuh di Gedung Kongres AS, Bursa Wall Street Malah Cetak Rekor Baru

Investor Wall Street tak terpengaruh aksi para pendukung Presiden Donald Trump di depan Gedung Kongres AS yang berujung rusuh.

img_title
VIVA.co.id
7 Januari 2021