TUTUP
TUTUP
BISNIS

Badrotin Haiti Pilih Jadi Komisaris Waskita Ketimbang Grab

Dia mengundurkan diri dari Grab untuk jadi Presiden Komisaris Waskita.
Badrotin Haiti Pilih Jadi Komisaris Waskita Ketimbang Grab
Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti. (VIVA/Agus Rahmat)

VIVA.co.id – Mantan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Badrodin Haiti, tidak menjabat lagi sebagai Komisaris Utama Grab Indonesia. Kini ia memilih menduduki posisi Presiden Komisaris PT Waskita, salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara.

Saat menghadiri Financial Closing Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA)  Proyek Waskita Toll Road, di Istana Negara, Jakarta, Jumat 17 Februari 2017, Badrodin menceritakan itu.

Ia mengaku, memang awalnya diminta untuk menjadi komisaris utama Grab, perusahaan ride-sharing tersebut. Badrodin tidak keberatan untuk diangkat. Namun oleh pihak Grab, harus diubah dulu anggaran dasar mereka ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Kemudian belum itu (menjadi Presiden Komisaris Grab) diumumkan, saya sudah jadi preskom (Presiden Komisaris) di Waskita. Kemudian diumumkan. Nah, ketentuan dari korporasi BUMN, bahwa kalau kita jadi preskom tidak boleh merangkap preskom swasta. Karena itu atas kesepakatan dengan Grab, saya membatalkan itu," jelas Badrodin, Jumat 17 Februari 2017.

Badrodin mengatakan, komunikasi dia dengan Grab sudah lama dilakukan. Bahkan sebelum ia diminta untuk masuk ke Waskita.

Sebelumnya dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Senin, 30 Januari 2017, Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menuturkan penunjukan Badrodin menjadi Komisaris Utama Grab Indonesia dilandasi atas pertimbangan karier yang cemerlang di Polri.

Badrodin telah mengabdi selama 35 tahun di institusi Polri. Terakhir menjabat sebagai Kapolri, dan dipandang telah berkontribusi signifikan dalam hal antiterorisme, keamanan, intelijen, serta manajemen lalu lintas.

Grab Indonesia berpandangan Badrodin memiliki pengalaman yang luas dalam bekerja dengan para pemangku kepentingan pemerintahan dan menyelaraskan kepentingan-kepentingan yang beragam. (one)
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP