TUTUP
TUTUP
BISNIS

Menteri Bambang Heran Tol Becakayu Sempat Mangkrak 20 Tahun

Padahal proyek ini pasti untung, return-nya pasti tinggi.
Menteri Bambang Heran Tol Becakayu Sempat Mangkrak 20 Tahun
Tol Becakayu Beroperasi Maret 2017 (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

VIVA.co.id – Pemerintah saat ini gencar membangun berbagai proyek infrastruktur. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menyinggung soal salah satu proyek jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau yang biasa disebut Becakayu.

Proyek jalan tol sepanjang 21,5 kilometer yang digarap oleh PT Waskita Karya Tbk melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road tersebut, sebenarnya memang bukan ide murni dari pemerintahan saat ini. Hanya saja, Presiden Joko Widodo ingin meneruskan proyek tersebut yang ternyata sempat mangkrak bertahun-tahun lamanya.

Bambang mengaku heran terhadap mangkraknya proyek tersebut hingga 20 tahun. Sebab, jika dilihat dari aksesnya, sebenarnya Tol Becakayu memiliki potensi keuntungan yang besar.

"Nah, ini jalan tol yang entah kenapa bisa mangkrak. Kalau kita ambil logika teori, ini enggak masuk akal. Karena, tol ini menghubungkan dari sub Jakarta yang paling padat, Bekasi langsung ke tengah kota. Proyek ini pasti untung, return-nya pasti tinggi," ujar Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat, 17 Februari 2017.

Menurut dia, faktor logis mengenai mangkraknya Tol Becakayu disebabkan oleh tidak ada kontraktor yang berani menggarapnya. Sebab, seringkali proyek-proyek infrastruktur strategis di Indonesia hanya bergantung pada pendanaan negara melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Itu menjadi salah satu contoh bahwa ada pihak yang tidak berani mulai menjalankannya. Oleh karena itu, kita harapkan skema PINA (pembiayaan investasi non anggaran pemerintah) bisa memecah hal itu. Dari proyek yang tadinya mangkrak karena isu pembiayaan, kita kasih," ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian PPN/Bappenas hari ini telah meluncurkan skema pembiayaan proyek infrastruktur baru yakni PINA. Skema ini tidak akan menggunakan APBN dalam pembiayaannya, namun melalui pembiayaan investasi perusahaan lain.

Seperti contoh, hari ini telah terjadi financial closing untuk pembiayaan ekuitas proyek jalan tol Waskita Toll Road. PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Taspen menjadi institusi yang memberikan pembiayaan sebesar Rp3,5 triliun kepada Waskita Toll Road melalui skema PINA untuk menutupi kebutuhan porsi ekuitas tahap awal. (art)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP