Cara Murah Genjot Ekonomi, Jokowi: Pemberdayaan Perempuan

Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association, atau IORA, yang dihelat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021 Capai 3,69 Persen

Agenda KTT IORA hari ini, adalah menandatangani sejumlah perjanjian yang disepakati beberapa hari yang lalu. 

Dalam sambutannya di depan sejumlah pemimpin negara anggota IORA, Jokowi mengungkapkan, salah satu cara efisien untuk menggenjot kegiatan ekonomi suatu negara, menumbuhkan kegiatan ekonomi semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali perempuan. 

BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Maksimal 5,5 Persen

“Cara paling gampang dan murah untuk genjot ekonomi adalah dengan pemberdayaan perempuan,” jelas Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.

Jokowi mengatakan, pada 2016 lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara terang-terangan telah mendeklarasikan untuk menggapai kesetaraan wanita, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Bahkan, menurut Presiden, ada pepatah yang bisa memperkuat pernyataannya itu.

Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen pada 2022 Dapat Tercapai Jika...

“Kita harus ingat pepatah yang sangat benar. Di belakang pria yang hebat, ada wanita yang hebat,” katanya.

Jokowi pun telah menginstruksikan kepada seluruh pejabatnya, untuk terus menciptakan solusi praktis dengan tetap mengedepankan prinsip kesetaraan dan kepentingan masing-masing pihak dengan adil. (asp)

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu.

Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2021 yang Dirilis BPS Sesuai Prediksi

BPS baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2021 sebesar 5,02 persen dan sepanjang 2021 3,69 persen.

img_title
VIVA.co.id
7 Februari 2022