TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pengembang REI Bidik Kota Depok

Seiring dengan bertumbuhnya infrastruktur di kawasan tersebut.
Pengembang REI Bidik Kota Depok
Seorang staf mempersiapkan sebuah maket rumah di suatu pameran properti di Jakarta beberapa waktu lalu.  (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVA.co.id – Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, menjadi incaran pengembang yang tergabung dalam anggota Real Estate Indonesia, atau REI, seiring dengan bertumbuhnya infrastruktur di kawasan tersebut.

"Akses yang mudah untuk menjangkau Ibu Kota Jakarta, melalui commuterline, bus TransJakarta, serta hadirnya tol Cinere - Jagorawi dan Depok - Antasari, menjadi nilai tambah kawasan ini," kata Ketua DPD REI Jawa Barat, Irfan Firmansyah, seperti dikutip dari keterangannya, Selasa, 14 Maret 2017.

Irfan mengatakan, pembangunan properti, baik hunian maupun komersial di kawasan Kota Depok ini sangat pesat, karena daya serap pasarnya juga tinggi.

Salah satu contoh yang tengah dikembangkan di kawasan ini, lanjutnya, adalah proyek pembangunan mal Pesona Square yang berlokasi di Jalan Juanda Kota Depok, berdekatan dengan akses Jalan Tol Cinere - Jagorawi.

Lokasinya yang strategis membuat ruang komersial proyek ini memiliki tingkat serapan cukup tinggi. Bahkan, ruang ritelnya terserap hampir 100 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama, usai peluncurannya.

Harus diakui, daya tarik kota Depok bagi pengembang properti, karena hadirnya infrastruktur jalan tol Cinere - Jagorawi (Cijago) dan Depok - Antasari (Desari) diprediksi mendorong pertumbuhan properti di Depok, Jawa Barat.

Hadirnya jalan tol yang saat ini tengah tahap pembangunan, berhasil mendongrak nilai tanah di kawasan Kota Depok, sekitar 20 persen setiap tahunnya.

Direktur Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengakui, kehadiran jalan tol di Depok membuat harga lahan di kawasan ini mengalami kenaikan cukup tinggi, terutama wilayah Margonda, jalan Juanda, dan sekitarnya, sehingga di koridor ini pembangunan harus vertikal. Sedangkan untuk landed, atau rumah tapak kini bergeser ke arah lebih jauh ke selatan, yakni Sawangan dan Bojonggede.

Menurut Ali, kalau pada era 2003, proyek apartemen di koridor Margonda hanya menyasar pasar sewa mahasiswa, maka dalam beberapa tahun terakhir ini pasar properti di kawasan ini sudah mulai menyasar keluarga muda.

Lebih jauh, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, Jalan Tol Cijago Seksi II (Jalan Raya Bogor - Kukusan) ditargetkan selesai akhir 2017. Jalan tol ini terdiri atas dua bagian yakni Margonda - Cisalak dan Margonda - Kukusan dengan progres konstruksi masing-masing mencapai 68 dan 50 persen.

Dia mengungkapkan, Tol Cijago terdiri atas tiga seksi. Seksi I (Cimanggis - Jalan Raya Bogor) sudah beroperasi pada 2012. Sedangkan Seksi III (Kukusan - Cinere) masih dalam proses pembebasan lahan yang mencapai tiga persen. Akses keluar masuk tol akan berlokasi di Jalan Raya Bogor, Margonda, dan Cinere.

Di samping itu, Herry juga mengatakan pembangunan jalan tol Depok - Antasari seksi I Antasari - Brigif ditargetkan selesai akhir 2017. Saat ini, penyelesaian konstruksi sudah mencapai 49,5 persen dengan pembebasan lahan 97 persen.

“Jalan tol Depok - Antarasari terdiri dari  dua seksi meliputi Brigif - Sawangan masih dalam proses pembebasan lahan  28 persen,” kata Herry.

Dalam desainnya kedua ruas tol Cinere - Jagorawi dan Depok - Antarasari nantinya akan memiliki titik pertemuan di Krukut bagian dari seksi Brigif - Sawangan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP