TUTUP
TUTUP
BISNIS

Capai Rekor Lagi, BEI Didesak DPR Bantu Proyek Infrastruktur

Pembiayaan dari pasar modal jadi solusi kurangnya dana infrastruktur.
Capai Rekor Lagi, BEI Didesak DPR Bantu Proyek Infrastruktur
Ilustrasi papan bursa BEI, IHSG menghijau.

VIVA.co.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Jumat kemarin ditutup pada level 5.540,43. Ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah berdirinya PT Bursa Efek Indonesia.

Sebelumnya, IHSG sempat juga sempat menyentuh level 5.500 pada Kamis, 9 April 2015. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar BEI akhir pekan ini juga turut ditutup di rekor tertingginya pada angka Rp6.018,79 triliun. 

Bagi anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Johnny G. Plate, hal itu menunjukkan gairah investasi Indonesia kian meningkat. Investasi itu diyakininya dapat memberikan sumbangsih yang signifikan kepada negara.

"Rekor baru di 5.540,43 itu memperlihatkan bahwa investor ternyata sudah memberikan sumbangsih kepada negara yang signifikan," kata Johnny di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017. 

Menurut dia, sebagai anggota komisi XI DPR, pihaknya mempunyai tugas mengawasi dan terus mensosialisasikan investasi di perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia. 

"Sebagai bagian dari komisi XI kami mempunyai tugas, di samping sosialisasi, kita Komisi XI punya banyak mitra, seperti  Bappenas yang mendorong pembangunan nasional," ujar dia. 

Johnny juga mendorong investasi yang terus meningkat, seperti pasar modal ini. Kekurangan dari anggaran kebutuhan pembangunan infrastruktur, diyakininya, dapat dipenuhi dari pasar modal dan pasar uang. 

"Kita tahu, kebutuhan pembangunan infrastruktur kita Rp5.000 triliun hingga 2019, itu kita dari APBN hanya sanggup Rp3.500 triliun, lalu ada Rp1.500 triliun yang shortage-nya, nah sisanya ini adalah melalui pasar modal dan pasar uang, kita masih bisa," ujar dia. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP