TUTUP
TUTUP
BISNIS

Pikko Land Kebut Proyek Thamrin District

Untuk memenuhi tingginya kebutuhan konsumen akan hunian di Kota Bekasi
Pikko Land Kebut Proyek Thamrin District
Proses Groundbreaking Thamrin District (Istimewa)

VIVA.co.id – PT Pikko Land Development Tbk melakukan proses pemasang tiang pancang pertama, atau groundbreaking Thamrin District di lahan strategis seluas 1,6 hektare di jalan Ahmad Yani. Rencananya, pengerjaan kawasan terpadu pertama di Kota Bekasi, dengan investasi sekira Rp1,5 triliun itu selesai sekitar 7,5 tahun, sedangkan untuk tower pertama selesai sekitar tiga tahun.

"Pemasangan tiang pancang pertama Thamrin District, kami percayakan kepada Pakubumi Semesta. Dan, merupakan tahapan paling penting untuk memenuhi kepercayaan konsumen terhadap Pikko,” ujar Direktur Utama Pikko Land Development, seperti dikutip dari keterangannya, Minggu 19 Maret 2017.

Proses groundbreaking Thamrin District ini, sejalan dengan terbitnya Surat Izin Pelaksanaan Mendirikan Bangunan dari Pemerintah Kota Bekasi No.503/0438/I-B/BPPT.2 tanggal 15 Juni 2016.

“Pembangunan Thamrin District, merupakan upaya optimalisasi landbank milik Pikko, sekaligus untuk memenuhi tingginya kebutuhan konsumen akan hunian di Kota Bekasi,” tambah Nio.

Tiga tahun ke depan, tambah Nio, Thamrin District menjadi kawasan terpadu pertama di lokasi bisnis strategis Jalan Ahmad Yani dengan mengadopsi keseimbangan kawasan hijau (One Stop Living & Green Architecture) di sekitarnya.

Kawasan terpaduThamrin District terdiri dari lima menara apartemen eksklusif strata title, setinggi 24 lantai dan 549 unit per menaranya. Kelima menara bersinergi dengan ruko komersial dan lifestyle (Commercial & Lifestyle Zone), serta pusat perbelanjaan (The Mall) pada lantai satu dan dua tiap menara.

“Menara hunian dipasarkan mulai Rp300 hingga Rp990 jutaan per unit, dengan empat varian kamar dengan luas mulai 21,01 meter persegi (tipe studio) hingga 76,21 m2 (4 BR). Pusat komersial dan lifestyle, serta pusat perbelanjaan seluas sekitar 159.13 m2 - 254.91 m2 dipasarkan mulai Rp4 miliaran per unit,” urai Nio.

Pilihan pembiayaan unit properti Thamrin District dapat dilakukan dengan tunai keras, tunai bertahap dan Kredit Pemilikan Rumah, atau Kredit Pemilikan Apartemen bekerja sama dengan sejumlah bank, yakni BTN, BRI, Mandiri, dan Bank Permata.

Menurut Nio, harga unit dipastikan meningkat, seiring perkembangan kawasan pusat perekonomian Kota Bekasi. Untuk persentase kenaikan harga sekitar 10 persen per tahun. Khusus, selama satu bulan periode groundbreaking, Thamrin District memberikan kemudahan kepemilikan apartemen melalui program cicilan tanpa uang muka, yakni sebesar Rp1,8 juta/bulan.

“Kesempatan untuk mendapatkan unit Thamrin District, pada momen proses pembangunan ini. Kami optimis bahwa penjualan yang sudah mencapai 50 persen hingga kini, dipastikan meningkat dan melebihi capaian 70 persen di akhir tahun” ujarnya.

Optimis dimaksudkan Nio, karena pengembangan infrastruktur transportasi massal  direncanakan melintasi kawasan strategis koridor Ahmad Yani. Proyek LRT rute Cibubur – Cawang – Semanggi - Grogol dan Bekasi Timur rencananya dapat digunakan sebelum Asian Games di Jakarta pada Agustus 2018. Proyek tol layang Bekasi – Cawang - Kampung Melayu (Becakayu) ditargetkan rampung pada akhir 2017 serta rencana pembangunan shelter monorel (MRT) Bekasi - Jakarta sejajar jalur tol Becakayu.

“Melalui akses tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur yang tetap eksis maupun percepatan pembangunan lintasan transportasi massal tersebut, penghuni Thamrin District dapat lebih mudah, lancar menuju Ibu Kota dan tujuan lainnya,” ujarnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP