TUTUP
TUTUP
BISNIS

Jawab Pertanyaan Ini Sebelum Susun Resolusi Keuangan

Resolusi untuk diwujudkan bukan hanya untuk iseng.
Jawab Pertanyaan Ini Sebelum Susun Resolusi Keuangan
Ilustrasi asuransi/keuangan. (Pixabay/Stevepb)

VIVA.co.id – Tahun baru berarti mempunyai semangat baru dan tujuan keuangan yang baru, dan tidak sedikit yang membuat resolusi untuk kehidupan sehari-harinya. 

Selain keseharian, Anda pun pastinya juga membuat resolusi keuangan. Resolusi keuangan tidak boleh sembarangan dibuat, alasannya, untuk mencapai resolusi keuangan, Anda harus mampu melakukan refleksi atas keputusan keuangan yang telah dilakukan di tahun kemarin. 

Dikutip dari Cermati.com,  sebelum menentukan resolusi keuangan, tanyakanlah hal-hal ini pada diri Anda.

1.Apakah uang yang saya tabung di tahun lalu sudah cukup?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan pertama yang harus ditanyakan pada diri sendiri dan jawaban yang baik adalah jika jawabannya adalah iya. Jika jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak, maka Anda harus membuat resolusi untuk menabung hingga nominal tertentu pada tahun depan.

Ketahuilah alasan Anda tidak cukup atau tidak menabung sama sekali. Mungkin saja dikarenakan pengeluaran yang ada melebihi kebutuhan atau karena uang habis untuk membayar utang. Kemudian ubahlah kebiasaan tersebut di tahun depan sehingga Anda mampu menabung lebih banyak lagi.

Sebaiknya, Anda menabung sekitar 20 - 30 persen dari total pendapatan. Tabungan ini dapat berguna untuk pos dana darurat ataupun memenuhi kebutuhan lainnya. Anda pun dapat menabung dalam bentuk deposito yang menawarkan bunga lebih tinggi sehingga uang akan terakumulasi lebih banyak.

2. Apakah tagihan saya sering terlambat dibayar?

Keterlambatan pembayaran tagihan dapat sangat merugikan Anda karena akan dikenakan bunga pinjaman yang cukup besar oleh bank terutama jika telah membayar tagihan kartu kredit. Selain itu, jika telat membayar utilitas seperti air, listrik dan telepon, layanan tersebut dapat dihentikan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cari tahu apa alasan Anda selalu telat membayar tagihan, mungkin saja dikarenakan kelupaan padahal dananya telah disediakan. Jika memang dikarenakan hal ini, Anda harus memberikan bank izin untuk melakukan auto debet sehingga pada saat jatuh tempo, uang akan otomatis terpotong sejumlah tagihan tersebut.

Jika memang keterlambatan pembayaran disebabkan oleh kurangnya dana, maka sudah saatnya untuk mengkaji ulang pengeluaran Anda. Apakah Anda membelanjakan uang untuk kebutuhan yang tidak penting? Mungkin saja Anda lebih memprioritaskan keinginan dibandingkan kebutuhan sehingga uang lebih mudah habis.

Resolusi keuangan tahun baru dapat disesuaikan dengan kondisi tagihan. Misalkan menghentikan beberapa contoh langganan agar tagihan tidak terlalu banyak. Atau anda juga dapat mencari alternatif lain yang menawarkan fasilitas serupa dengan harga yang lebih murah.

3. Apakah nominal utang saya melebihi 30 persen dari total penghasilan?

Nominal utang yang melebihi 30 persen total penghasilan menunjukkan bahwa kondisi keuangan sedang tidak sehat. Jika memang Anda tertumpuk utang yang besar akibat bunga pinjaman, maka sebaiknya lunasi utang itu sedikit demi sedikit mulai dari utang yang memiliki bunga lebih tinggi.

Atau mungkin saja anda melakukan pembayaran dengan cara yang salah, misalnya melakukan pinjaman lain untuk melunasi pinjaman satunya. Cara ini hanya akan menambah jumlah utang. Anda pun dapat berhenti mengambil fasilitas kredit yang baru di tahun depan dan berusaha sedikit demi sedikit melunasinya. 

Resolusi keuangan harus difokuskan pada pembayaran kredit agar tujuan keuangan anda tercapai.

4. Apakah saya sudah cukup melakukan investasi?

Investasi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dengan menabung. Investasi memberikan Anda bunga yang lebih besar dibandingkan tabungan. 

Investasi membantu Anda agar terhindar dari inflasi. Jika belum melakukan investasi di tahun ini, sebaiknya resolusi keuangan Anda harus difokuskan pada investasi.

Sebaiknya sesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko Anda. Jika profil risiko anda rendah, maka sebaiknya pilihlah instrumen investasi yang berlikuiditas tinggi seperti emas, deposito atau obligasi. 

Jika sanggup menerima risiko yang lebih besar, maka dapat mencoba reksa dana atau saham. Semakin tinggi risiko yang dimiliki oleh sebuah instrumen investasi, semakin tinggi pula keuntungan yang mungkin didapatkan.

Resolusi dibuat untuk direalisasikan

Jangan membuat resolusi hanya karena iseng. Selalu targetkan bahwa Anda sanggup mencapai resolusi tersebut dan akan berusaha melakukannya.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP