TUTUP
TUTUP
BISNIS

Empat Hal yang Bikin Usaha Gulung Tikar

Semua yang menjalankan bisnis pasti berharap, agar usahanya bertahan.
Empat Hal yang Bikin Usaha Gulung Tikar
Ilustrasi perencanaan bisnis.

VIVA.co.id – Semua orang yang menjalankan bisnis pasti berharap, agar usahanya bertahan lama. Bahkan, bila dimungkinkan, tidak hanya bertahan lama, namun jaya seumur hidupnya. Faktanya, banyak pelaku bisnis yang tidak dapat melewati lembah kematian, di saat usia usaha yang dibangun sudah memasuki umur lima tahun. 

Untuk membantu Anda, khususnya pebisnis pemula yang mulai merasakan tersendatnya laju bisnis yang dijalani, berikut ini empat hal yang sering bikin usaha bangkrut seperti dikutip dari CekAja.com pada Rabu 19 April 2017:

1. Masalah dana

Sebuah bisnis kuliner, biasanya membutuhkan waktu di atas lima tahun agar stabil. Di periode antara, tidak jarang bisnis gulung tikar, karena sepinya pengunjung. Masalah ketersediaan dana pun menjadi krusial. Bila modal Anda tidak siap, bisnis pasti gulung tikar dalam waktu sekejap. Padahal, dalam posisi tersebut bisnis butuh waktu untuk kembali ke jalur menanjak. 

Artinya, waktu memang dibutuhkan untuk menciptakan pelanggan yang fanatik terhadap produk kuliner Anda. Bila Anda berniat main di bisnis kuliner, pastikan modal tersedia saat bisnis mengalami guncangan. Hal ini wajar terjadi pada bisnis satu ini. 

Bila dana sudah terbatas, namun bisnis masih butuh suntikan modal, pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) bisa jadi salah satu solusinya. Sebab, selain instan dan cair dalam waktu singkat, jenis pinjaman ini hanya membutuhkan syarat minimal seperti kepemilikan kartu kredit dan identitas Anda.

2. Hanya fokus pada satu pasar

Ada banyak pelaku usaha yang fokus pada komunitas tertentu. Misalnya, seorang penjual tas hand made yang fokus menyasar komunitas ibu-ibu arisan. Bila Anda serius ingin membesarkan bisnis Anda, hindari hal seperti ini. Sebab, bisnis Anda rawan gulung tikar bila pasar Anda yang terbatas itu jenuh. Menggunakan komunitas itu baik dilakukan untuk tahap awal. Selanjutnya, Anda harus berani bertarung di wilayah yang lebih besar lagi.

3. Tidak bisa mengatasi tuntutan alami bisnis Anda

Katakanlah Anda berjualan susu tanpa bahan pengawet. Di pasar yang sudah Anda masuki sekarang, tidak dimungkinkan lagi melakukan ekspansi. Untuk itu, dibutuhkan perluasan pasar dengan merambah wilayah yang jauh dari lokasi bisnis Anda. Gayung bersambut, karena permintaan pada produk Anda muncul. Namun, kendalanya, waktu kirim yang lebih lama tidak memungkinkan bagi produk Anda yang tidak tahan lama karena tak memiliki pengawet. 

Kondisi-kondisi seperti ini akan dihadapi oleh mereka yang menjalankan usaha. Bila berhasil memecahkan persoalan, biasanya suatu bisnis akan mengalami kejayaan. Sementara, mereka yang tidak dapat mengatasi tuntutan alamiah tersebut, cenderung akan meredup.

4. Meremehkan asuransi

Ada banyak faktor yang dapat membuat bisnis bangkrut, termasuk faktor eksternal, atau yang tak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis yang Anda jalankan. Contohnya, bisnis bangkrut karena tempat usaha terkena musibah seperti kebakaran, banjir, dan sebagainya. 

Kerugian materiil akibat lokasi usaha yang habis dilanda musibah, biasanya bisnis akan terpukul. Untuk itu, Anda yang menjalankan usaha di sebuah properti baik itu gudang, toko, atau pasar selalu gunakan asuransi properti untuk mencegah kerugian finansial yang bisa membuat bisnis Anda bangkrut. (asp)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP