TUTUP
TUTUP
BISNIS

Rahasia Astra International Selamat dari Dua Krisis Ekonomi

Astra selalu menghadirkan inovasi baru.
Rahasia Astra International Selamat dari Dua Krisis Ekonomi
Kantor Astra International (Astra.co.id)

VIVA.co.id – Sebagai sebuah perusahaan otomotif berkelas internasional, PT Astra International Tbk merupakan perusahaan yang dianggap mampu bermanuver terhadap berbagai jenis kondisi ekonomi, termasuk dalam keadaan krisis.

Dalam sebuah diskusi bertajuk 'Menggali Makna 60 Tahun Astra', Head of Investor Relations PT Astra International Tbk, Tira Ardanti, membuka rahasia keberhasilan Astra bertahan dari krisis ekonomi 1998, dan Subprime Mortgage 2008 yang sempat berimbas ke industri otomotif.

"Kuncinya, pada saat krisis 1998 itu kita tetap konsisten menjadi good corporate governance (tata kelola yang baik). Salah satunya dengan tidak mengemplang utang kepada para kreditur kita, walaupun utang Astra saat itu mencapai US$1,2 miliar," kata Tira di kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat 21 April 2017.

Di samping tetap berupaya menjaga integritas perusahaan, Tira mengaku pihaknya juga memiliki rumus jitu untuk tetap melakukan kinerja yang optimal, serta pelaksanaan sejumlah standar acuan baku yang terus dijaga pada kegiatan produksinya.

Dilanjutkannya, selain tetap menjadi good corporate governance, saat kita menghadapi krisis, kita harus pegang nilai kita di Astra. Yakni misalnya dengan ritual-ritual seperti 'Plan (rencana), Do (lakukan), Check (cek), Action (bertindak)', serta standar produksi 'Quality (kualitas), Cost (biaya), Delivery (pengiriman), Innovation (inovasi)' yang terus kita pegang teguh," ujarnya.

Selain itu Tira juga menjelaskan, bahwa salah satu tantangan dalam menjaga performa bisnis perusahaan di kondisi perekonomian yang kurang bagus, adalah dengan melakukan upaya penghematan. Namun dengan tetap menjaga kualitas, serta menghadirkan inovasi baru sebagai perusahaan otomotif kelas dunia.

Hal itu menurutnya dapat dilihat dari beberapa jenis produk Astra, yang dinilai sangat laku di pasaran akibat keberhasilan kombinasi hemat-berkualitas-inovatif yang dilakukan perusahaan otomotif tersebut.

"Jadi antara penghematan biaya dan konsistensi menjaga kualitas produk, kita merasa dituntut untuk bagaimana mengombinasikan keduanya, ditambah dengan inovasi yang juga kita terus berikan kepada para konsumen," kata Tira.

"Misalnya seperti Avanza dan Xenia, itu adalah produk kami yang merupakan kombinasi antara penghematan biaya produksi, menjaga kualitas, dan menciptakan inovasi. Cara agar biaya (produksi) nya murah adalah dengan menambah local content-nya. Sehingga, biaya (produksi) bisa kita tekan dan kualitas bisa tetap terjaga," ujarnya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP