TUTUP
TUTUP
BISNIS

Ternyata Luar Jawa Semakin di Lirik Investor

Perlahan investasi mulai bergeser keluar pulau Jawa.
Ternyata Luar Jawa Semakin di Lirik Investor
Deputi Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis. (VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca)

VIVA.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat, peningkatan sebaran investasi di luar Jawa pada kuartal I 2017. Sebaran investasi di luar Jawa, saat ini menjadi Rp75,3 triliun, atau setara dengan 45,4 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp165,8 triliun. 

Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengatakan, pada kuartal I 2016, sebaran investasi di luar Jawa hanya sebesar 44,9 persen dari realisasi investasi sebesar Rp146,5 triliun, atau senilai Rp65,8 triliun. 

"Jadi, investasi di luar Jawa itu sudah mulai naik. Walaupun sebetulnya masih didominasi oleh Jawa 54,6 persen, yang senilai Rp90,5 triliun," ujar Azhar di Kantor BKPM Jakarta, pada Rabu 26 April 2017.

Berdasarkan sebaran lokasi proyek di Jawa, realisasi investasi paling tinggi berada di Jawa Barat sebesar 17,7 persen, atau senilai Rp29,3 triliun. Disusul DKI Jakarta 14,6 persen, atau senilai Rp24,2 triliun, Jawa Timur 7,6 persen senilai Rp12,6 triliun. Lalu, Banten 7,4 persen senilai Rp12,4 trilun, dan terakhir Jawa Tengah 7,2 persen senilai Rp11,9 triliun. 

Sementara itu, realisasi investasi di luar Jawa tercatat, ada di wilayah Sumatera 16 persen senilai Rp26,6 triliun, Kalimantan 11,2 persen senilai Rp18,5 triliun, Sulawesi 8,7 persen senilai Rp14,4 triliun. Lalu, Bali dan Nusa Tenggara 3,2 persen senilai Rp5,3 triliun, Maluku dan Papua 6,3 persen senilai Rp10,5 triliun. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP