TUTUP
TUTUP
BISNIS

Jenis-jenis Bunga KPR Serta Cara Menghitungnya

Setiap sistem perhitungan bunga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Jenis-jenis Bunga KPR Serta Cara Menghitungnya
Suku Bunga Kredit Pemilikan Rumah Turun (ANTARA FOTO/R Rekotomo)

VIVA.co.id – Saat ini banyak orang yang memanfaatkan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk membeli rumah idaman. Sistem KPR menjadi cara yang paling sering digunakan banyak orang karena dinilai menguntungkan. 

Namun, sebelum mengajukan KPR rumah, akan lebih baik bila mengetahui terlebih dahulu sistem perhitungan yang ada di dalamnya, terutama dalam menghitung suku bunga KPR. Hal ini sangat penting mengingat suku bunga bank yang bisa naik dan turun sehingga tentunya akan memengaruhi cicilan KPR setiap bulannya. 

Saat ini ada tiga macam sistem perhitungan bunga yang diterapkan dalam KPR, dan berikut ini penjelasan mengenai sistem perhitungannya. Berikut penjelasannya dari Cermati.com.

1. Perhitungan KPR dengan bunga flat

Sistem perhitungan KPR dengan menggunakan bunga flat merupakan sistem perhitungan yang paling umum digunakan. Banyak orang yang memahami sistem bunga ini karena kalkulasi kreditnya terbilang sederhana, berikut beberapa ketentuan dari sistem perhitungan dengan menggunakan bunga flat. 

- Nilai dari cicilan pokok harus sama setiap bulannya, mulai dari awal cicilan hingga waktu pelunasan. 

- Besarnya angsuran tidak akan berubah hingga KPR telah berakhir. 

- Nilai bunga beban akan tetap sama dalam setiap angsuran per bulannya. 
Berikut  rumus perhitungannya

- Total bunga= bunga (per bulan) x waktu pinjaman ( dalam hitungan bulan)

- Bunga (per bulan) = ( jumlah pinjaman x persentase suku bunga tahunan ) x 12.

Misalnya, saja jika anda menerima kredit bank sebesar Rp200 juta dengan bunga flat per tahun 12 persen dalam jangka waktu 15 tahun, maka jumlah yang harus anda bayarkan adalah Rp360 juta. Dengan angsuran tiap bulannya yang ditambahkan bunga sebesar Rp2 juta tiap bulan hingga masa KPR selesai.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP