TUTUP
TUTUP
BISNIS

Saatnya Borong Emas, Hari Ini Harga Turun Besar

Untuk emas global naik tipis karena pelemahan dolar AS.
Saatnya Borong Emas, Hari Ini Harga Turun Besar
Emas batangan (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVA.co.id – Harga emas di PT Aneka Tambang Tbk, pada transaksi hari ini, Jumat 19 Mei 2017, tercatat turun sebesar Rp4.000 per gram, dibandingkan harga jual emas pada Kamis kemarin, 18 Mei 2017. Ini merupakan penurunan besar harian, karena biasanya hanya Rp1-2 ribu saja.

Berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, Antam, untuk pembelian di kantor Pulogadung, emas dibanderol seharga Rp585 ribu per gram, atau turun dibanding Kamis kemarin, sebesar Rp589 ribu per gram.

Sementara itu, untuk pembelian kembali, atau buyback hari ini, Antam menetapkan harga sebesar Rp527 ribu per gram, atau turun sebesar Rp5.000 per gram dibandingkan Kamis kemarin, yang sebesar Rp532 ribu per gram.

Berikut ini, harga emas berdasarkan ukuran. Emas lima gram Rp2,78 juta, 10 gram Rp5,51 juta, 25 gram Rp13,7 juta, dan 50 gram Rp27,35 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp54,65 juta, 250 gram Rp136,5 juta, dan emas 500 gram Rp272,8 juta.

Kemudian, untuk produk Batik all series ukuran 10 gram dan 20 gram dipatok masing-masing Rp5,96 juta dan Rp11,52 juta. Selanjutnya, untuk produk edisi Idul Fitri, ukuran dua dan lima gram dibanderol Rp1,2 juta dan Rp2,85 juta.

Untuk transaksi pembelian emas langsung di kantor Antam Pulogadung, setiap harinya dibatasi 150 antrean. Dan untuk hari ini, ketersediaan emas terbatas, karena hanya ukuran emas 250 gram yang tersedia. 

Emas dunia

Sedangkan untuk harga emas acuan dunia hari ini, tercatat naik tipis dan berada pada jalur positif dalam satu minggu terakhir. Naiknya harga emas disebabkan pelemahan dolar Amerika Serikat di tengah ketidakpastian politik dan kenaikan suku bunga AS.

Dilansir dari laman Reuters, Jumat 19 Mei 2017, harga emas di pasar spot dibuka naik sebesar 0,3 persen menjadi sebesar US$1.250,20 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS pagi ini tercatat turun 0,2 persen menjadi US$1.250,40 per ons.
 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP